BISNIS

Prediksi Bank Indonesia Soal Kurs Rupiah

Penurunan defisit transaksi berjalan itu akan menstabilkan rupiah.
Jum'at, 18 Januari 2013
Oleh : Arinto Tri Wibowo, Nina Rahayu
Perry Warjiyo

VIVAnews - Bank Indonesia mengungkapkan, fluktuasi nilai tukar rupiah yang terjadi pada awal 2013, disebabkan sentimen negatif yang terjadi akibat defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal III-2012 yang mencapai 2,4 persen.

Menurut Direktur Direktorat Kebijakan Moneter BI, Perry Warjiyo, investor asing masih melihat data perkembangan transaksi berjalan yang terjadi pada Oktober dan November. Ia pun mengaku pada bulan tersebut, defisit transaksi berjalan memang cukup tinggi.

"Tapi, pada kuartal pertama 2013, kami prediksikan defisif akan turun di bawah 2 persen," kata Perry di Gedung Bank Indonesia Jakarta, Jumat 18 Januari 2013.

Dia melanjutkan, penurunan defisit transaksi berjalan tersebut akan menstabilkan nilai tukar rupiah, dan memperbaiki kinerja ekspor.

"Intinya, yang perlu disampaikan adalah defisit pada current account itu akan turun. Dengan keyakinan itu, Anda bisa lihat nilai tukar akan stabil," jelasnya.

Berdasarkan data kurs tengah BI, hari ini, rupiah sedikit menguat di level Rp9.685 per dolar AS, dibanding transaksi kemarin Rp9.690. Jumlah cadangan devisa sekitar US$112,78 miliar.

TERKAIT
TERPOPULER