BISNIS

Prediksi Bank Indonesia Soal Kurs Rupiah

Penurunan defisit transaksi berjalan itu akan menstabilkan rupiah.

ddd
Jum'at, 18 Januari 2013, 17:42
Perry Warjiyo
Perry Warjiyo (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews - Bank Indonesia mengungkapkan, fluktuasi nilai tukar rupiah yang terjadi pada awal 2013, disebabkan sentimen negatif yang terjadi akibat defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal III-2012 yang mencapai 2,4 persen.

Menurut Direktur Direktorat Kebijakan Moneter BI, Perry Warjiyo, investor asing masih melihat data perkembangan transaksi berjalan yang terjadi pada Oktober dan November. Ia pun mengaku pada bulan tersebut, defisit transaksi berjalan memang cukup tinggi.

"Tapi, pada kuartal pertama 2013, kami prediksikan defisif akan turun di bawah 2 persen," kata Perry di Gedung Bank Indonesia Jakarta, Jumat 18 Januari 2013.

Dia melanjutkan, penurunan defisit transaksi berjalan tersebut akan menstabilkan nilai tukar rupiah, dan memperbaiki kinerja ekspor.

"Intinya, yang perlu disampaikan adalah defisit pada current account itu akan turun. Dengan keyakinan itu, Anda bisa lihat nilai tukar akan stabil," jelasnya.

Berdasarkan data kurs tengah BI, hari ini, rupiah sedikit menguat di level Rp9.685 per dolar AS, dibanding transaksi kemarin Rp9.690. Jumlah cadangan devisa sekitar US$112,78 miliar.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id