BISNIS

Harga Emas Dunia Anjlok, Bagaimana di Indonesia?

Harga beli kembali (buyback) emas Antam turun jadi Rp516.000 per gram.
Jum'at, 25 Januari 2013
Oleh : Iwan Kurniawan
Teller menunjukkan emas batangan di Kantor Bank BNI Syariah

VIVAnews - Membaiknya data ekonomi China dan Amerika Serikat tidak mampu mengerek harga emas dunia. Harga emas anjlok mendekati titik terendah dalam 1,5 pekan terakhir, akibat data ekonomi dunia melemahkan permintaan untuk logam safe haven ini.

Dilansir CNBC, harga spot emas turun US$1,25 menjadi US$1.666,11 per ounces, atau paling tajam dalam satu bulan ini. Sementara itu, harga emas di AS turun 0,3 persen menjadi US$1.665,80 per ounces.

Emas gagal untuk menembus level US$1.700 per ounces, meskipun telah berulang kali mencoba. Data manufaktur China dan AS yang bertumbuh, tercepat dalam waktu dua tahun, memberikan harapan pulihnya ekonomi global.

Namun, emas yang dikenal sebagai komoditas penjaga nilai terkena imbasnya. Melihat ekonomi global mulai bergairah, para investor mulai memindahkan portofolionya dari emas. Kondisi ini menyebabkan permintaan emas menurun.

Sementara itu, dari dalam negeri dilaporkan, harga emas batangan di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk, pada perdagangan Jumat juga anjlok Rp3.000 menjadi Rp580.200 dibanding sehari sebelumnya Rp583.200 per gram.

Untuk emas batangan lima gram dilepas dengan harga Rp2.751.500, ukuran 10 gram Rp5.462.000, dan 25 gram Rp13.580.000. Emas batangan ukuran 250 gram dijual Rp135.250.000.

Sementara itu, harga beli kembali (buyback) emas Antam pada perdagangan hari ini juga turun menjadi Rp516.000 per gram dibanding Rabu 23 Januari 2013 sebesar Rp519.000 per gram. (art)

TERKAIT
TERPOPULER