BISNIS

Jasa Marga: Motor Nantinya Bisa Lewat Tol Cikampek dan Jagorawi

Tarifnya bisa setengah atau sepertiga tarif normal.

ddd
Jum'at, 8 Februari 2013, 06:06
Pengendara motor masuk jalan tol
Pengendara motor masuk jalan tol (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
VIVAnews - PT Jasa Marga Tbk saat ini sedang menjajaki kemungkinan mengembangkan jalan tol khusus motor, berdampingan dengan jalan tol mobil di Jakarta.

Direktur Operasional Jasa Marga, Hasanudin, mengatakan, usulan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, bisa saja diterapkan asalkan ada satu lajur yang dikhususkan untuk kendaraan roda dua.

"Di Bali dan Suramadu juga sudah ada jalur khusus untuk motor," kata Hasanudin ketika ditemui VIVAnews di Jakarta, Kamis 7 Februari 2013.

Ia menjelaskan, potensi jalan tol khusus motor masih terbuka di semua ruas jalan tol milik perusahaan pelat merah itu. Kecuali jalan tol dalam kota Jakarta, karena sudah akan digunakan untuk monorel.

Secara paraturan, dia menjelaskan, jalan tol khusus motor telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 44 tahun 2009 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 15 tahun 2005 tentang Jalan Tol.

Dalam aturan tersebut dijelaskan, di beberapa daerah di Indonesia, sepeda motor merupakan moda transportasi dengan populasi yang cukup besar, sehingga perlu diberi kemudahan dalam penggunaan infrastruktur jalan tol dengan memperhitungkan faktor keselamatan dan keamanan.

Jasa Marga, menurut dia, tinggal mengurus masalah konstruksi. Ia menjamin pembuatan jalan tol khusus motor ini tidak akan memakan waktu lama dengan biaya konstruksi yang relatif tidak terlalu mahal. Ia menjelaskan, nantinya jalan tol khusus motor ini akan mempunyai lebar tiga meter.

Ruas tol yang kemungkinan dicoba untuk diterapkannya sistem ini adalah Jakarta-Cikampek dan Jagorawi. Hasanudin juga tidak menampik, untuk saat ini, permintaan agar sepeda motor bisa menggunakan jalan tol amat besar.

"Tarifnya bisa setengah atau sepertiga tarif normal. Suramadu saja sekitar 20 persen pemasukannya berasal dari sepeda motor," katanya. (art)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
hoheeh
09/02/2013
gpp asal dibuatin pemisah kyk di jembatan suramadu itu, tp klo di terapin di jakarta dpt dipastikan banyak kejadian tabrakan beruntun. tau sendiri etika bikers jakarta
Balas   • Laporkan
k2000e
08/02/2013
melihat populasi motor yang sangat besar dengan pemakai kalangan menengah ke bawah, ide ini sangat bagus. jadi jalan tol bisa bermanfaat bagi semua kalangan masyarakat. hanya, perlu concern di aspek keselamatan. tau sendiri gimana mereka itu.. :-)
Balas   • Laporkan
leo1950
08/02/2013
karena di jalan Tol, mobil berkecepatan kencang, dan masa mobil/truk sangat besar, bisa membahayakan kendaraan motor. Sebaiknya dibuat terpisah, diatas jalan Tol bisa dibuat jalan layang khusus motor.
Balas   • Laporkan
k2000e | 08/02/2013 | Laporkan
jangan dibuatkan jalan layang pak, bisa pada terjun bebas tuh... tau sendiri mental dan budaya sebagian besar pengendara motor kita. cukup dibuat pembatas yang agak tinggi.


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id