BISNIS

Skema Pemisahan Bumi Resources dari Bumi Plc

Rencana pemisahan itu segera dimintakan persetujuan pemegang saham.
Jum'at, 22 Februari 2013
Oleh : Arinto Tri Wibowo
Kegiatan Tambang Batu Bara

VIVAnews - Mayoritas pemegang saham Bumi Plc tegas menolak usulan perombakan direksi. Usulan perombakan itu diajukan Forest Nominees atas nama NR Investment Limited dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang berlangsung di The Honourable Artilery Coy Armoury House, London, Inggris, Kamis 21 Februari 2013, waktu setempat.

NR Investment Limited adalah perusahaan investasi milik Nathaniel Rothschild, pebisnis sukses dari dinasti bankir yang sukses.NR Invesment Ltd ini menjadi pemegang saham 26,5 persen Volex sebuah perusahaan pembuat kabel listrik di London. NR Investment ini sukses dan meraksasa di sejumlah negara.

Pada November 2010, Vallar--  perusahaan yang juga milik Nathaniel- membeli 25 persen saham Bumi, perusahaan yang dimiliki Bakrie & Brothers dan Long Haul Holding, Ltd. ( Baca: Vallar Resmi Kuasai 25 persen Saham Bumi).

Bukan hanya dengan Grup Bakrie, Vallar juga melakukan aksi korporasi serupa dengan PT Berau Coal Energy Tbk. Vallar membeli 75 persen saham produsen batu bara itu dengan kombinasi pembayaran tunai dan penerbitan saham baru.

Melalui transaksi tersebut, PT Bukit Mutiara selaku pemegang saham Berau Energy akan melepas 12,21 miliar saham pada harga Rp540 per unit. Penjualan saham itu merepresentasikan 35 persen saham di Berau Energy.( Baca: Ambisi Vallar Bangun Perusahaan Tambang Dunia)

Semula kerjasama di Bumi itu berlangsung mulus, tapi belakangan kongsi dagang ini retak, yang mendorong harga saham turun dan berujung pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di London itu.

Dalam rapat itu NR Investment mengusulkan untuk melengserkan 12 dari 14 direktur Bumi Plc. Namun, pemegang saham dengan suara mayoritas akhirnya sepakat untuk mempertahankan manajemen Bumi Plc saat ini.

Seperti dikutip dari situs Bumi Plc, seluruh direktur dipertahankan, kecuali Nalinkant Rathod dan Jean-Marc Mizrahi. RUPSLB juga mengangkat Sir Richard Gozney sebagai direktur. Sir Richard adalah mantan Duta Besar Inggris untuk Indonesia.

Selanjutnya, Dewan Direksi Bumi Plc akan memprioritaskan pemisahan Bumi Plc dari Grup Bakrie dan PT Bumi Resources Tbk. Direksi akan secepatnya meminta persetujuan pemegang saham terkait rencana transaksi itu.

Lantas, bagaimana skema rencana pemisahan itu?

Dalam situsnya, Bumi Plc telah mengumumkan bahwa penandatanganan Heads of Terms Agreement mengenai rencana pemisahan dari Grup Bakrie dan Bumi Resources telah ditandatangani pada 12 Februari 2013. Dalam syarat-syarat perjanjian itu di antaranya disebutkan bahwa Bumi Plc dapat mendivestasikan seluruh kepemilikan sahamnya di Bumi Resources dan memisahkan Grup Bakrie dari perseroan.

Terkait rencana transaksi pemisahan itu, Grup Bakrie menyetorkan deposit US$50 juta.

Dalam Heads of Terms Agreement itu juga disebutkan, Grup Bakrie akan melepaskan kepemilikan tidak langsung sebanyak 57.298.534 saham di Bumi Plc, atau setara 23,8 persen dari total modal ditempatkan di Bumi Plc.

Kepemilikan saham itu akan ditukar dengan saham Bumi Resources yang dimiliki Bumi Plc sebanyak 2.316.967.115 atau setara 10,3 persen dari seluruh saham yang dikeluarkan di Bumi Resources.

Selanjutnya, Bumi Plc akan menjual kepada Grup Bakrie sisa saham Bumi Resources sebanyak 3.924.732.522 yang dimiliki Bumi Plc. Jumlah saham itu setara 18,9 persen dari seluruh saham yang dikeluarkan di Bumi Resources. Nilai penjualan saham itu sebesar US$278 juta dan akan dibayar tunai.

Dalam perjanjian itu, Grup Bakrie diminta untuk menempatkan dana US$278 juta itu dalam escrow account selambat-lambatnya pada 15 Februari lalu. Namun, transaksi itu masih harus mendapatkan persetujuan pemegang saham Bumi Plc.

TERKAIT
TERPOPULER