BISNIS

Data dan Fakta Blok Mahakam

Blok Mahakam di Kalimantan Timur itu telah berproduksi sejak 1974.

ddd
Selasa, 2 April 2013, 07:01
Ilustrasi ladang minyak.
Ilustrasi ladang minyak. (Antara/ Saiful Bahri)

VIVAnews - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, menginginkan PT Pertamina untuk mengelola Blok Mahakam secara penuh atau 100 persen. Mantan dirut PT Perusahaan Listrik Negara itu berharap Pertamina dapat menyaingi Petronas dalam waktu empat tahun ke depan.

Seberapa menarik kah Blok Mahakam di Kalimantan Timur itu?

Seperti diketahui, kontrak bagi hasil Blok Mahakam ditandatangani pada 1967 dan kemudian diperpanjang pada 1997 untuk jangka waktu 20 tahun hingga 2017. Saat ini, Blok Mahakam dikelola oleh Total EP Indonesie, Prancis dan Inpex Jepang dengan komposisi 50:50.

Kegiatan eksplorasi yang dilakukan pada 1967 menemukan cadangan minyak dan gas bumi di Blok Mahakam dalam jumlah yang cukup besar. Cadangan (gabungan cadangan terbukti dan cadangan potensial atau dikenal dengan istilah 2P) awal yang ditemukan saat itu sebanyak 1,68 miliar barel minyak dan gas bumi 21,2 triliun kaki kubik (TCF). Dari penemuan itu, blok tersebut mulai diproduksi dari lapangan Bekapai pada 1974.

Produksi dan pengurasan secara besar-besaran cadangan tersebut di masa lalu membuat  Indonesia menjadi eksportir LNG terbesar di dunia pada 1980-2000. Kini, setelah pengurasan selama 40 tahun, sisa cadangan 2P minyak saat ini sebanyak 185 juta barel dan cadangan 2P gas 5,7 TCF.

Pada akhir masa kontrak 2017, diperkirakan masih menyisakan cadangan 2P minyak sebanyak 131 juta barel dan cadangan 2P gas 3,8 TCF. Dari jumlah tersebut diperkirakan sisa cadangan terbukti (P1) gas kurang dari 2 TCF.

Total dan Inpex telah menginvestasikan setidaknya US$27 miliar atau sekitar Rp250 triliun sejak masa eksplorasi, dan pengembangannya telah memberikan penerimaan negara sebesar US$83 miliar atau sekitar Rp750 triliun.

Pada 2011, blok tersebut menghasilkan gas 2.480 MMSCFD dan minyak 93.000 barel per hari. Volume gas tersebut sekitar 30 persen dari produksi nasional. Blok ini diperkirakan masih memiliki cadangan gas sekitar 12,7 triliun kaki kubik. Saat ini, produksi Blok Mahakam terdiri atas minyak bumi sebanyak 65.204 barel per hari dan gas bumi 1.708,59 triliun kaki kubik.

Pada 2011, Pertamina telah mengirimkan surat kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral agar diberikan pengelolaan Blok Mahakam setelah 2017. Pertamina ingin memegang mayoritas hak partisipasi sekaligus operator Blok Mahakam setelah 2017.

Pemerintah saat ini masih melakukan kajian yang mendalam dan komprehensif serta melibatkan berbagai unsur terkait pengelolaan blok migas yang terletak di Kalimantan Timur itu. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai pengelolaan Blok Mahakam yang akan berakhir masa kontraknya empat tahun lagi itu. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
jadul
03/04/2013
agar upetinya untuk partai lebih gede, dari pada dikelola sendiri tidak ada keuntungan
Balas   • Laporkan
abunaiyoo
02/04/2013
Jero wacik akan lebih suka blok mahakam dikuasai asing......ada apa????????? semua orang bisa jawab.....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id