BISNIS

Kadin Indonesia Sepakat Tolak Usulan Munaslub

Untuk mengadakan Munaslub Kadin Indonesia, diperlukan tiga hal.

ddd
Senin, 8 April 2013, 19:13
Presiden SBY bersama sejumlah pejabat Kadin saat pembukaan Rapimnas 2012
Presiden SBY bersama sejumlah pejabat Kadin saat pembukaan Rapimnas 2012 (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAnews – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia masih solid dan menolak usulan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Mayoritas instrumen Kadin Indonesia yang terdiri atas Dewan Penasihat, Dewan Pengurus, 24 Kadin Provinsi, dan asosiasi menyatakan menolak usulan Munaslub serta tetap mendukung kepemimpinan Ketua Umum Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisto.

Suryo Bambang Sulisto mengatakan, usulan Munaslub Kadin merupakan gejolak kecil dari sekelompok orang yang memiliki tendensi tidak sesuai dengan visi misi organisasi Kadin.

“Usulan Munaslub ini memiliki tendensi yang tidak benar, karena proses pengajuan tidak dilakukan sesuai dengan aturan yang ada,” kata Suryo Bambang Sulisto di Jakarta, Senin 8 April 2013.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menjelaskan, untuk mengadakan Munaslub Kadin Indonesia, diperlukan tiga hal yang dapat dijadikan dasar, yaitu pelanggaran prinsip, penyelewengan keuangan, dan tidak berfungsinya pengurus.

“Berdasarkan pada 3 hal tersebut, sebetulnya tidak ada alasan untuk mengadakan Munaslub, karena hingga saat ini tidak ada pelanggaran prinsip dan penyelewengan keuangan yang dilakukan oleh Dewan Pengurus Kadin Indonesia," katanya.

Hingga saat ini, Dewan Pengurus masih berfungsi dan terus menjalankan tugasnya. Apalagi, Kadin Indonesia baru saja melakukan penambahan sejumlah posisi wakil ketua umum untuk memperkuat organisasi dan lebih efektif dalam merealisasikan program-program Kadin Indonesia yang sudah dituangkan dalam Musyawarah Nasional 2010.

"Jadi, sebetulnya alasan di balik usulan Munaslub ini terkesan mengada-ada,” katanya.

Anindya menambahkan, sesuai Rakornas 3 Februari 2013 disepakati bahwa seluruh anggota Kadin Indonesia mendukung kepemimpinan Suryo Bambang Sulisto sebagai ketua umum Kadin Indonesia beserta seluruh Dewan Pengurusnya hingga akhir masa jabatannya.

Kadin Indonesia juga melihat, adanya penggunaan dan pengatasnamaan Kadin Indonesia oleh sekelompok orang yang mengusulkan Munaslub sebagai pelanggaran hak cipta. Atas dasar itu, Kadin Indonesia akan mengambil tindakan tegas melalui jalur hukum, apabila masih ditemukan adanya penggunaan dan pengatasnamaan Kadin Indonesia dalam kegiatan-kegiatan yang bukan menjadi bagian dari program Kadin Indonesia.

“Kami melihat perlunya upaya menempuh jalur hukum, apabila ada penggunaan logo atau mengatasnamakan Kadin Indonesia pada kegiatan-kegiatan yang bukan menjadi agenda kami," katanya.

Hingga saat ini, sebanyak 24 Kadin Provinsi atau Kadin Daerah telah menyatakan dukungannya kepada Dewan Pengurus menjabat hingga masa akhir jabatannya pada 2015. Dukungan yang sama juga telah disampaikan oleh Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia, Fahmi Idris.

Selain itu, seluruh wakil ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia yaitu Sofjan Wanandi, Agus Gumiwang Kartasasmita, Toni Uloli, dan Azis Sjamsuddin, serta sejumlah asosiasi besar seperti REI, API, Apindo, Gapmmi, dan sebagainya juga menyatakan menolak usulan Munaslub, karena tidak sejalan dengan visi misi organisasi Kadin Indonesia. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com