BISNIS

Jero Wacik Duga Semburan Lumpur Prabumulih karena Kelalaian

"Kalau tidak teliti dan tidak cermat, itu akan berakibat seperti ini."
Rabu, 10 April 2013
Oleh : Mohammad Adam, Arie Dwi Budiawati
Menteri ESDM, Jero Wacik.

VIVAnews - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menyelidiki  penyebab semburan lumpur dan gas di Sumur TLJ-25 INF di Kelurahan Sukaraja, Prabumulih, Sumatera Selatan.

Menurut Menteri ESDM, Jero Wacik, semburan lumpur dan gas tidak akan terjadi jika pengeboran sumur migas menggunakan perhitungan cermat.

"Ini yang sedang kami investigasi," ujar Wacik di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu 10 April 2013.

Semburan lumpur yang muncul itu, menurut Jero, mengindikasikan bahwa proses pengeboran sumur ada faktor kelalaian dan kesalahan perhitungan. "Kalau tidak teliti dan tidak cermat, itu akan berakibat seperti ini," kata Wacik.

Sumur TLJ-25 INF yang merupakan sumur pengembangan diharapkan menghasilkan cadangan minyak hingga 300 barel per hari pada kedalaman 2.200 meter. Namun, pada pemboran 310 meter terjadi semburan material
bawah tanah yang dibarengi dengan gas.

PT Pertamina EP selaku pengelola sumur migas itu telah melakukan berbagai upaya untuk menghentikan semburan lumpur itu dengan proses dynamic killing. Anak usaha PT Pertamina itu berusaha menyetop lumpur tersebut dengan menginjeksikan lumpur berat sebanyak 3.000 barel.

Pertamina EP kini tengah menyiapkan pemboran miring untuk menutup semburan gas yang disertai material bawah tanah.

"Kami akan menggunakan sumur TLJ-157 untuk pemboran miring pada lapisan layer yang sama ke pusat kick di sumur TLJ-25 INF," kata juru bicara Pertamina EP, Agus Amperianto. Selengkapnya baca di sini. (art)

TERKAIT
TERPOPULER