BISNIS

Listrik Padam 4 Jam Sehari di Riau

Ini disebabkan kerusakan generator pembangkit utama di PLTU Ombilin.

ddd
Jum'at, 12 April 2013, 10:38
Pemadaman listrik
Pemadaman listrik (VIVAnews/Darmawan)

VIVAnews - Pemadaman lampu di Riau tak kunjung teratasi. Sejumlah wilayah di negeri Melayu itu terpaksa harus bergiliran gelap-gelapan pada malam hari.

PT Perusahaan Listrik Negara Wilayah Riau dan Kepulauan Riau mengakui kondisi ini disebabkan kerusakan pada generator pembangkit utama yang tak mampu diatasi hingga saat ini.

"Pembangkit utama di PLTU Ombilin 2 x 100 MW yang memasok listrik ke Pekanbaru mengalami gangguan," kata General Manager PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Doddy Pangaribuan, ketika dikonfirmasi VIVAnews terkait pemadaman yang sering terjadi, Jumat, 12 April 2013.

Ditanya soal kerusakan tersebut, Doddy mengatakan bahwa kerusakan hanya pada generator. Namun, ia tidak bisa menjelaskan penyebab kerusakan generator itu.

Padahal, Doddy mengaku kerusakan itu sudah lama terjadi, yakni sejak bulan lalu. Tepatnya 20 Maret 2013.

Ketika disebutkan apakah pemadaman yang hampir berulang setiap tahun ini akibat kerusakan generator yang tidak ada perawatan dan peremajaan oleh PLN, ia buru-buru membantah.

"Ini tidak ada kaitannya dengan mesin tua atau muda, karena kami selalu melakukan pemeliharaan. Hanya saja, penyebab kerusakannya saya sendiri tidak tahu," katanya.

Sementara itu, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Riau menyebutkan bahwa pemadaman listrik yang tak kunjung teratasi sangat berdampak terhadap dunia pendidikan. Selain bisa menyebabkan peralatan elektronik anak didik rusak, seperti komputer dan lainnya, pemadaman seperti ini bisa saja berdampak kepada proses kegiatan belajar di rumah.

"Pada malam hari anak didik tidak bisa belajar," kata Ketua PGRI Riau, Isjoni.

Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Riau juga menyebutkan bahwa saat tarif listrik dinaikkan, PLN Riau bukannya memberikan pelayanan yang baik, tapi justru sebaliknya.

"Tarif naik, listrik malah sering padam. Ini fakta, bukan cerita. Kondisi ini jelas merugikan pihak hotel dan restoran," kata Carateker Ketua PHRI Riau, Ondhi Sukmara.

Menanggapi kondisi ini, Doddy mengatakan, upaya PLN yang terpaksa mengatur pemadaman, kukan karena ada kesengajaan. "Ini tidak ada kaitannya dengan naik atau tidaknya tarif. Yang namanya gangguan teknis, kemungkinan itu bisa saja ada," tuturnya.

Mengenai pemadaman bergilir yang masih saja mendera masyarakat Riau, Doddy menerangkan bahwa PLN melakukan pemadaman bergilir dengan waktu yang diatur berdasarkan beban puncak. Beban puncak terjadi pada malam hari selama 4 jam dari pukul 18.00 sampai 22.00 WIB.

"Supaya tidak terlalu mengganggu, pemadaman kami bagi dua. Ada yang mulai pukul 18.00 sampai 20.00 WIB dan ada yang mulai pukul 20.00 sampai 22.00 WIB," katanya.

Keterangan ini berbeda dengan fakta di lapangan. Menurut Hasnawati, warga di perumahan Jalan Uka, Panam, Pekanbaru, pemadaman di perumahannya malam tadi terjadi sejak pukul 18.00 hingga 22.00 WIB.

"Hidupnya barusan saja, pukul 22.00 WIB. Jadi, sehari ini pemadaman di tempat kami penuh 4 jam. Memang tadi jam 21.00 WIB sempat hidup, tapi cuma sekitar 30 detik, tidak sampai semenit, setelah itu mati lagi," kata Hasnawati kepada VIVAnews, semalam. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com