BISNIS

Dua Harga Premium, Ini Usulan Pembagian SPBU

Pemerintah cukup manfaatkan SPBU kecil untuk motor dan angkutan umum.

ddd
Kamis, 18 April 2013, 13:37
Pemerintah akan siapkan SPBU dengan harga BBM berbeda.
Pemerintah akan siapkan SPBU dengan harga BBM berbeda. (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Direktur Eksekutif ReformMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto, menilai langkah pemerintah yang akan membuat dua harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi lebih mudah diterapkan dari opsi lainnya.

Pri Agung, di Jakarta, Kamis 18 April 2013, menilai, dua harga BBM bersubsidi tidak memerlukan pembangunan infrastruktur signifikan. "Kalau kerjanya cepat, mungkin bisa diselesaikan dalam waktu sebulan," katanya.

Pemerintah, dia menjelaskan, cukup menyiasati dengan memanfaatkan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kecil di setiap daerah untuk menjual BBM bersubsidi penuh. Nantinya, SPBU kecil ini akan melayani motor dan angkutan umum yang masih berhak mendapatkan BBM bersubsidi penuh.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, pernah mengatakan, untuk mengantisipasi pemberlakuan dua harga premium itu, pemerintah akan menyiapkan "SPBU khusus orang kaya".

"Orang-orang kaya itu biasanya mempunyai mobil, dan mobil itu yang nanti akan kami masukkan dalam SPBU khusus orang menengah dan kaya," Wacik.

Untuk wilayah yang hanya memiliki satu SPBU dalam satu kecamatan, dia menjelaskan, pemerintah akan menyediakan jalur khusus bagi pengguna premium bersubsidi penuh dan bagi pengguna premium bersubsidi lebih sedikt.

Ia menjamin sepeda motor dan angkutan umum nanti masih dibolehkan menggunakan premium bersubsidi penuh. Namun, mobil-mobil pribadi bakal diarahkan untuk menggunakan premium dengan nilai subsidi lebih sedikit.

Ketua Umum Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), Eri Purnomohadi, sebelumnya juga mengatakan, pengusaha SPBU tidak menemui kesulitan dengan adanya mekanisme ini.

"Dalam satu jalur jalan biasanya ada beberapa SPBU. Nanti kami pisahkan mana yang menjual premium Rp4.500 dan premium lebih mahal," katanya.

Pemerintah berencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi jenis premium untuk mobil pribadi menjadi Rp6.500 per liter. Menurut Wacik, kelompok menengah atas masih disubsidi Rp3.000, sedangkan menengah bawah disubsidi Rp5.000. (art)

Baca juga:
Harga Premium Bagi Orang Kaya Dibedakan, Bagaimana Caranya?

Pekerja Freeport Indonesia Negosiasikan Kembali Upah



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
preemption
18/04/2013
wah bakal bikin repot dan ruwet nih sudah lah pak kalo emang mesti dinaikkan ya naikan saja untuk semua kompensasinya pajak motor di turunin mobil dinaikkan
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com