BISNIS

Chatib Basri: Dampak Kenaikan BBM Hanya 4 Bulan

Setelah itu akan berjalan normal, kata Ketua BKPM

ddd
Kamis, 16 Mei 2013, 12:32
Antrean motor di sebuah SPBU.
Antrean motor di sebuah SPBU. (ANTARA/Lucky R.)
VIVAnews - Wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kian menghangat. Bila jadi, kenaikan itu dikhawatirkan bakal menyebabkan naiknya pula harga pangan.

Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib Basri dalam acara 'Citi Indonesia Economic and Political Outlook 2013' di Jakarta, Kamis 16 Mei 2013, meminta masyarakat untuk tidak terlalu khawatir. Sebab, dampak kenaikan harga BBM tidak akan berselang lama.

"Tidak perlu khawatir dengan penyesuaian harga BBM, karena dampaknya hanya sekitar tiga hingga empat bulan, dan setelah itu akan berjalan normal," kata Chatib.

Ia pun memastikan bahwa pemerintah akan memberikan kompensasi kepada masyarakat miskin dalam bentuk dana bantuan langsung tunai (BLT) atau sekarang bernama bantuan langsung sementara (BLSM) yang siap dicairkan

"Itu paling penting, adjustment subsidi bisa tepat untuk kelompok yang miskin. Kalau subsidi BBM yang menikmati kelas atas, jelas tidak akan sesuai," ujar Chatib.

Sementara itu, dari sisi inflasi, Chatib memprediksikan bahwa kenaikan harga BBM akan mendorong inflasi di level 2,8 persen hingga tiga persen. "Jadi, keseluruhan tujuh persen sampai akhir tahun. Tapi masyarakat akan bisa menyesuaikan hal itu," jelasnya. (ren)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
romychan
17/05/2013
Tdk perlu terlalu khawatir banyak. Bangsa kita ini udah kebal inflasi & devaluasi. Devaluasi yg mencakup 650% pd saat th 1997 nyatanya tdk membangkrutkan org miskin, apalagi BBM cuma naik 33%. Mau naik ya naik aja, terlalu lama wacana justru akan parah.
Balas   • Laporkan
andikia3
16/05/2013
Chatib Basri ini salah satu calon menteri keuangan. Chatib Basri dikenal cerdas dan memiliki kompetensi. Analisis yang disampaikan Chatib Basri bisa memberikan pencerahan terkait kenaikan BBM biar masyarakat tahu.
Balas   • Laporkan
apa_aja
16/05/2013
aneh ko bisa ngomong normal lagi. kalau sudah naik mana bisa normal. yg ada mungkin gejolaknya reda. bukan harga jadi normal lagi.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com