BISNIS

FITRA: Piutang Pajak Bisa Menutupi Subsidi BBM

Piutang pajak per 31 Desember 2012 mencapai Rp93 triliun.

ddd
Minggu, 23 Juni 2013, 14:23
Antrean pengisian BBM di SPBU Hayam Wuruk.
Antrean pengisian BBM di SPBU Hayam Wuruk. (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih menuai kritik. Meski kebijakan itu sudah bergulir, namun kebijakan menaikkan BBM itu seharusnya tidak perlu dilakukan.

Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Uchok Sky Khadafi, Minggu 23 Juni 2013, mengatakan bahwa kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM harsunya tidak perlu dilakukan. Sebab, pemerintah masih mempunyai jumlah piutang pajak yang cukup besar untuk menutupi subsidi BBM.

"Piutang-piutang tersebut cukup untuk menutupi subsidi, Jadi, tidak usah menaikkkan harga BBM," ujar Uchok di Jakarta.

Menurutnya, jumlah piutang pajak per 31 Desember 2012, terhitung sebesar Rp93 triliun. Selain piutang pajak, pemerintah juga mempunyai piutang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang jumlahnya juga cukup besar.

Misalnya, kata Uchok, PNBP di kejaksaan yang mencapai Rp12 triliun. Jumlah tersebut, merupakan piutang yang terdiri dari uang pengganti, denda tilang, dan sewa rumah dinas.

Sebelumnya, Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, mengumumkan kenaikan BBM bersubsidi. Penyesuaian harga besubsidi yang ditetapkan pemerintah adalah untuk premium atau bensin Rp6.500 per liter dan Solar Rp5.500 per liter.

Penyesuaian harga itu berlaku serentak di seluruh Indonesia mulai pukul 00.00 WIB, Sabtu 22 Juni 2013. (asp)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
gondes
24/06/2013
Pengemplang pajak justru perusahaan2 besar spt Asian Agri punya tunggakan 3,5 T lalunPT KPC milik Bakrie ngemplang 1,5 T yg kemudian bisa lolos krn campur tangan MA. Inilah keridak adilan yg ada di Indonesia.
Balas   • Laporkan
ubad
24/06/2013
Bila si"Uchok" punya mobil 10 buah, alatberat 10 buah,... pasti tdk setuju dg dikuranginya subsidi BBM. Bila si"Uchok" terbiasa menjual BBM bersubsidi ke Industri gunakan surat-surat ASPAL, maka pening kepala "si Uchok" dg dikuranginya subsidi BBM.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com