BISNIS

BUMN Ini Jual Daging Sapi di Bawah Harga Pasar

"Ini kan untuk membantu masyarakat," kata Budi.

ddd
Sabtu, 29 Juni 2013, 09:09
Daging sapi.
Daging sapi. (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) meluncurkan produk daging sapi "Raja Daging" dengan harga kompetitif, yaitu Rp70 ribu dalam kemasan satu kilogram.

Peluncuran daging ini, selain untuk kepentingan bisnis, juga bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh daging.

Saat dihubungi VIVAnews, Sabtu 29 Juni 2013, Humas RNI, Budi Aji, mengatakan bahwa pihaknya menjual daging dengan harga yang berbeda-beda tergantung pada jenis dan kualitas daging.

"Harga Rp70 ribu itu untuk daging yang berlemak sedikit. Kalau untuk tenderloin, kami menjualnya Rp100 ribuan," kata Budi.

Perseroan ini berani menjual harga di bawah harga pasaran, Rp90 ribuan per kilogram, karena mereka langsung menjualnya kepada konsumen. Budi mengaku pihaknya masih mendapatkan untung dari penjualan tersebut. "Ya pokoknya untungnya lumayan lah," ujar dia.

Meskipun murah, RNI membatasi pembelian konsumen, yaitu maksimal 2 kilogram. Langkah ini dilakukan untuk mencegah adanya penjualan kembali oleh konsumen. "Ini kan untuk membantu masyarakat," kata Budi.

Produk "Raja Daging" diluncurkan Rabu, 26 Juni 2013. Daging dalam kemasan ini dijual terbatas, yaitu di Rajawali Nusindo sebagai distributor dan gerai Rajawali Mart. Sejak meluncurkan produk itu, perusahaan pelat merah ini mendapat respons yang bagus dari masyarakat.

"Wah, sejak peluncuran banyak pujian yang masuk ke alamat e-mail saya dan banyak SMS yang masuk ke nomor saya," kata Budi.

BUMN pangan ini mendapatkan stok daging sapi dari peternakan yang mereka bina di sekitar perkebunan tebu dan kelapa sawit, yaitu perkebunan tebu di Jatitujuh dan Subang berkapasitas 4.250 ekor sapi. Selain itu, perkebunan teh Kerinci berkapasitas 300 ekor sapi, serta perkebunan kelapa sawit Mitra Ogan dan Laskar berkapasitas 1.100 ekor sapi.

Sapi yang mereka ternakkan adalah sapi bakalan jenis sapi limosin, sapi simental, dan Bali. Perusahaan ini juga bekerja sama dengan badan usaha daerah yang berkapasitas sapi sebanyak 3.500 ekor.

"Kami juga bekerja sama dengan BUMD di Nusa Tenggara Barat, Banyumulek," kata Budi.

Sapi-sapi yang dikirim ke Jakarta dari daerah-daerah tersebut tidak lagi berupa sapi hidup, tetapi dalam bentuk karkas. Sapi-sapi ini dipotong di daerah Nusa Tenggara Barat dan Jatitujuh. "Nanti rumah potong hewan (RPH) di sini yang memotongnya dan memilah-milahnya," tuturnya.

Meskipun demikian, RNI masih membidik daerah Jakarta dan sekitarnya sebagai pasarnya dan jumlah penjualannya pun hanya 100-300 ton per bulan. Yang menjadi penyebabnya adalah keterbatasan jumlah sapi dan kemampuan RPH dalam memotong sapi.

"Baru sedikit kapasitasnya. Setiap RPH baru mampu memotong 150 ekor sapi," kata dia. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id