BISNIS

Arus Peti Kemas di Surabaya Capai 1,4 Juta Teus

Semester I-2013, tercatat ada peningkatan sebesar lima persen.

ddd
Selasa, 9 Juli 2013, 09:16
Aktivitas di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Aktivitas di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. (Taufan Sukma | Surabaya Post)
VIVAnews - Arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya di separuh tahun ini terus meningkat. Hal itu, terlihat dari realisasi arus peti kemas yang ke luar masuk melalui sejumlah terminal di pelabuhan tersebut.

Data di PT Pelindo III menunjukkan sepanjang Januari hingga Juni atau di semester I-2013, ada peningkatan sebesar lima persen dari realisasi paruh tahun sebelumnya. 

Kepala Humas PT Pelindo III, Edi Priyanto, saat ditemui VIVAnews, kemarin, mengatakan hasil realisasi arus petikemas sampai dengan semester pertama 2013, yang melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, tercatat sebanyak 1.226.938 Box atau setara dengan 1.466.543 Teus.

"Itu meningkat satu digit sebesar lima persen dari realisasi paruh tahun lalu yang tercatat 1.166.233 Box atau setara dengan 1.392.982 Teus," ujarnya. 

Realisasi itu, dari arus peti kemas internasional sebanyak 446.441 box atau sebesar 36 persen dari total arus peti kemas, setara 630.971 Teus atau 43 persen dari total arus peti kemas. Sedangkan arus peti kemas domestik, tercatat 780.497 box atau 64 persen dari total arus peti kemas, setara dengan 835.572 Teus atau 57 persen. 

Edi menjelaskan, tingginya pertumbuhan ekonomi wilayah Indonesia Timur memengaruhi arus barang ke wilayah tersebut, sehingga mengalami pertumbuhan pesat.

Guna terus meningkatkan prestasi itu, PT Pelindo III getol bekerja sama dengan perusahaan pelayaran dengan membuka tiga rute pelayaran peti kemas domestik baru di tahun ini.

Tiga rute pelayaran tersebut adalah rute Tanjung Perak-Ende (PP), Tanjung Perak-Kalabahi (PP) dan Tanjung Perak-Badas (NTB). Pelabuhan Ende dan Pelabuhan Kalabahi berada di wilayah Nusa Tenggara Timur.

"Dengan penambahan rute itu, pelayaran peti kemas domestik dari Pelabuhan Tanjung Perak kini mencapai 32 rute pelayaran," ujar Edi.

Sementara itu, rute peti kemas yang menjadi penyumpang pendapatan tertinggi, di antaranya Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Terminal Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI), dan sisanya dari berbagai terminal konvensional, yakni Terminal Jamrud, Terminal Nilam, dan Terminal Mirah.

Disusul Terminal Berlian yang di semester I-2013, menyumbang sebesar 439.609 Box atau 480.416 Teus. Dengan kontribusi sebesar 36 persen box dan 33 persen Teus dari total arus petikemas yang melalui Tanjung Perak.

"Untuk arus peti kemas di terminal petikemas yang dioperasikan PT TPS mencapai 484.091 Box atau 663.064 Teus. Realisasi tersebut, memberikan kontribusi sebesar 39 persen dan 45 persen dari total arus petikemas yang melalui Tanjung Perak," lanjut Edi.

Sedangkan di terminal konvensional, meliputi Terminal Jamrud, Nilam dan Mirah sampai pertengahan tahun ini terealisir sebanyak 303.238 box atau setara dengan 323.063 Teus. Dengan kontribusi sebesar 25 persen box dan 22 persen Teus. 

"Artinya, Pelabuhan Tanjung Perak memiliki peran penting sebagai infrastruktur perdagangan dan transportasi bagi Jawa Timur dan Kawasan Timur Indonesia," tegasnya. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com