BISNIS

Kementerian Pertanian Jamin Daging Impor dari Bulog Halal

"Telah memenuhi syarat administrasi, layak konsumsi, sehat".

ddd
Senin, 29 Juli 2013, 13:28
Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan.
Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan. (ANTARA)

VIVAnews - Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan, Senin 29 Juli 2013, menyatakan bahwa importasi daging sapi yang dilakukan Perum Bulog telah melalui uji persyaratan teknis. Impor daging sapi sebanyak 3.000 ton yang dilakukan oleh Bulog dijamin aman untuk dikonsumsi.

"Daging impor Bulog telah memenuhi syarat administrasi, layak konsumsi, sehat, dan murah," ujar Rusman dalam jumpa pers di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta.

Kementerian Pertanian bahkan menjamin daging sapi beku yang diimpor Bulog itu halal. "Kami bertanggung jawab kehalalannya," kata Rusman.

Rusman menjelaskan, sebelum mendatangkan daging beku dan sapi bakalan dari luar negeri, Kementerian Pertanian menerbitkan rekomendasi persetujuan pemasukan (RPP) daging sapi yang mensyaratkan bahwa negara asal daging sapi itu harus bebas dari penyakit eksotik.

Daging itu juga harus berasal dari unit usaha yang memenuhi syarat sistem jaminan keamanan pangan dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia.

Pemeriksaan yang disyaratkan meliputi pemeriksaan sebelum penyembelihan (ante mortem) dan pemotongan hewan (post mortem). Tempat penyembelihan dan pemotongannya pun harus sesuai dengan syariat Islam.

Selain itu, harus ada jaminan keamanan dan kesehatan pangan dalam bentuk sertifikat kesehatan yang diterbitkan lembaga sertifikasi halal di negara asal.

Semua persyaratan itu, menurut Rusman, harus dipenuhi oleh Bulog dan para importir daging lainnya.

Dalam hal pengawasan, Rusman melanjutkan, daging sapi yang diimpor oleh Bulog juga telah melewati proses karantina di Bandara Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok.

Upaya ini meliputi pemeriksaan dokumen persyaratan (sertifikat kesehatan dan sertifikat halal), pemeriksaan fisik terhadap kesesuaian kemasan dan isi serta label, pemeriksaan kesehatan daging impor dari aspek hama penyakit hewan karantina, dan pemeriksaan terhadap residu (termasuk hormon), serta cemaran berbahaya yang dilakukan secara berkala dan bersifat monitoring.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian, Banun Harpini, menambahkan, setiap enam bulan sekali dilakukan uji laboratorium yang dilakukan dengan metode sampling dari produk impor yang dikarantina. "Itu dilakukan pada periode April-Juni," kata Banun.

Badan Karantina Pertanian juga telah mengirim tim dokter hewan ke negara asal impor untuk mengonfirmasi bahwa semua sapi potong itu telah disuntik vaksin dan hormon, sekaligus memastikan tidak ada yang diberi antibiotik.

"Itu semua sudah dibicarakan dengan pihak Australia," ujar Banun.

Sebelumnya, pemerintah sepakat memberikan kuota impor daging sapi kepada Perum Bulog sebanyak 3.000 ton. Upaya ini merupakan langkah intervensi untuk menjaga harga daging tetap stabil di pasar, terutama menjelang hari raya Lebaran. Selengkapnya baca di sini. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com