BISNIS

Sempat Dijarah, Pipa Tasikmalaya Kembali Dialiri BBM

Pipa tersebut bocor karena dilubangi oleh oknum tak bertanggung jawab.

ddd
Kamis, 1 Agustus 2013, 20:17
Petugas Pemadam Kebakaran berusaha memadamkan kobaran api yang berasal dari pipa bocor milik Pertamina di Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, Selasa (30/7/2013) malam.
Petugas Pemadam Kebakaran berusaha memadamkan kobaran api yang berasal dari pipa bocor milik Pertamina di Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, Selasa (30/7/2013) malam. (ANTARA/Adeng Bustomi)

VIVAnews -  PT Pertamina (Persero) mulai melakukan pemompaan bahan bakar minyak (BBM) kembali pada pipa CB 2 di Tasikmalaya pada Kamis, 1 Agustus 2013. Seperti diketahui, pipa tersebut sempat bocor dan terbakar pada Selasa, 30 Juli 2013. Kebocoran diketahui akibat percobaan penjarahan minyak oleh oknum tak bertanggung jawab.

“Waktu pelaksanaan penanganan masalah kebocoran pipa CB 2 ini lebih cepat dari target waktu yang direncanakan sebelumnya yang diperkirakan selama empat hari," ujar VP Corporate Communication PT Pertamina, Ali Mundakir dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews.

Pada Selasa pagi, 30 Juli 2013, terjadi kebocoran pipa BBM CB 2 yang dialiri premium di dusun Maribaya, Desa Ancol, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, kira-kira 15 kilometer dari Terminal BBM Tasikmalaya. Penyebab kebocoran terindikasi merupakan usaha pencurian dengan ditemukannya kran yang masih menempel pada badan pipa, bor listrik, dan palu yang kini diamankan untuk bahan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
 
Pertamina segera menyetop pengiriman premium dan menutup valve yang terdekat dengan lokasi kebocoran, menampung tumpahan Premium, dan melokalisir lokasi untuk mencegah potensi bahaya. Namun, masyarakat sempat melakukan aksi penampungan BBM yang sangat membahayakan keselamatan, sebelum akhirnya muncul api di titik pipa yang bocor pada pukul 18.00 WIB.

Api berhasil dipadamkan sekitar empat jam kemudian dan kebocoran pipa berhasil ditangani dengan memasang klem. Lebih lanjut Ali mengingatkan bahwa aksi mengganggu operasi pipa BBM atau minyak mentah dengan cara melubanginya adalah tindakan melawan hukum dan membahayakan keselamatan diri dan lingkungan.

Terlebih, pipa pengangkut BBM maupun minyak mentah merupakan objek vital nasional yang dilindungi oleh Undang-undang, termasuk dalam hal pengamanannya. Ia pun berharap, kejadian di pipa BBM di Tasikmalaya dan juga ledakan di pipa minyak mentah Tempino-Plaju beberapa waktu silam dapat menjadi pelajaran terbaik bagi masyarakat untuk tidak sekali-kali mengganggu atau bahkan melubangi secara ilegal pipa BBM atau minyak mentah.

"Karena sangat berbahaya dampaknya,” katanya. (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com