BISNIS

Menperin Ungkap Sisi Positif Pelemahan Rupiah

Kurs BCA dan BNI hari ini menjual rupiah di level Rp11.050 per dolar.

ddd
Selasa, 20 Agustus 2013, 14:48
Menteri Perindustrian MS. Hidayat
Menteri Perindustrian MS. Hidayat (VIVAnews/Muhamad Solihin)
VIVAnews - Menteri Perindustrian, M.S Hidayat, Selasa 20 Agustus 2013, menyatakan eksportir mengalami sisi positif penguatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah, sementara di sisi lain importir cenderung menahan diri untuk melakukan aksi impor besar-besaran.

Ia melihat nilai tukar rupiah saat ini masih dalam batas dapat dikontrol di level Rp10.500 per dolar AS. "Eksportir dapat memanfaatkan pelemahan rupiah sedangkan bagi importir rupiah bertahan di Rp10.500 masih dapat diatur," katanya di Jakarta.

Ia yakin, pelemahan rupiah ini tidak akan berlangsung lama dan pada Oktober mendatang rupiah akan kembali turun dan stabil di level Rp9.800 per dolar AS.

Di balik sisi positif, Hidayat mengatakan efek negatif pelemahan rupiah berdampak pada pasar keuangan. Untuk menstabilkan pasar modal, BI akan melakukan intervensi dan membuat cadangan devisa semakin tergerus. Mau tidak mau, katanya, BI diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan.

"Pelemahan rupiah akan menjadikan inflasi tinggi sehingga stabilitasi rupiah menjadi penting. Fluktuasi timbulkan ketidakpastian dan saya pikir importir juga akan membuat kalkulasi."

Seperti diketahui, hari ini nilai tukar rupiah kembali terperosok tajam. Kurs Bank Central Asia (BCA) dan Bank Negara Indonesia (BNI) menjual rupiah di level Rp11.050 per dolar AS. Sementara, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, mematok nilai tukar bergerak di level Rp 10.504 per dolar AS. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
artstyle
21/08/2013
ini dia nih, sikap meremehkan masalah, menganggap ini itu hal kecil tar juga baik lagi!!! tar kalau rp ud 15.000 per dollar aja baru deh!! oh iya ya ini masalah gawat!! kutu kupret!!
Balas   • Laporkan
blondot2012
20/08/2013
Gimana pak menteri ini, rupiah jatuh artinya orang Indonesia tambah miskin, hanya segelintir orang saja yg bisa minikmati kejatuhan rupiah. Klo menteri berpikir spt ini, artinya dia menginginkan Indonesia miskin.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com