BISNIS

Mahendra Siregar Ditunjuk sebagai Kepala BKPM

Menteri Perindustrian MS Hidayat membenarkan penunjukan itu.

ddd
Sabtu, 14 September 2013, 18:38
Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar saat berkunjung ke kantor redaksi VIVA.co.id.
Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar saat berkunjung ke kantor redaksi VIVA.co.id. (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan sudah menunjuk Wakil Menteri Keuangan, Mahendra Siregar, sebagai kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Mahendra akan menggantikan Chatib Basri yang diangkat sebagai Menteri Keuangan.

VIVAnews sudah berusaha mengonfirmasi tentang penunjukan Mahendra tersebut kepada Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha. Namun, panggilan telepon belum dijawab. Sementara itu, layanan pesan singkat juga belum dibalas.

Ketika berusaha mengonfirmasi ke sejumlah menteri ekonomi, kepastian penunjukan Mahendra justru diperoleh dari Menteri Perindustrian, MS Hidayat. Mantan ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) itu membenarkan wakil menteri keuangan itu diangkat sebagai kepala BKPM.

"Iya benar," kata Hidayat dalam pesan singkatnya yang diterima VIVAnews, Sabtu 14 September 2013. Sementara itu, Mahendra Siregar juga belum berhasil dikonfirmasi.

Nama Mahendra Siregar memang sempat muncul sebagai calon kepala BKPM. Kandidat lain adalah Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Emirsyah Satar. Namun, yang paling santer disebut belakangan justru mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal.

Bahkan, Chatib yang ditemui Selasa 3 September 2013, mengatakan sosok Dino sangat berkompeten menjadi kepala BKPM. Selama menjabat sebagai Duta Besar, Dino mampu melakukan diplomasi dengan investor besar asal Amerika.

"Saya kenal Pak Dino, dia baik. Bahkan, akhir tahun lalu, Dino mampu menggaet investor Amerika untuk menjajaki investasi di Indonesia. Kalau soal kapasitas, Pak Dino sudah punya," ujarnya.

Chatib melanjutkan, kepala BKPM akan memiliki tugas cukup berat. Dia harus mengatasi defisit transaksi berjalan yang masih terjadi saat ini.

"Pekerjaannya penting sekali. Defisit transaksi berjalan masih terjadi, bahkan sampai akhir tahun, meskipun jumlahnya mengecil," tuturnya.

Mahendra Siregar lahir di Jakarta, 1 Januari 1970. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Perdagangan Indonesia dan sejak 19 Oktober 2011 duduk sebagai Wakil Menteri Keuangan Indonesia.

Data Wikipedia menyebutkan, sejak lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Mahendra Siregar berkarier di Departemen Luar Negeri. Selama bertugas di Deplu, ia menjabat sebagai Economic Third Secretary Kedutaan Besar Indonesia di London (1992–1995) dan duta informasi Kedutaan Besar Indonesia di Washington D.C. selama 3 tahun (1998–2001).

Mahendra kemudian bergabung dengan Kementerian Koordinator Perekonomian pada 2001. Ia dipercaya menjadi Asisten Khusus Menteri Koordinator Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti.

Mahendra yang lulusan S2 Ekonomi dari Universitas Monash, Australia, kemudian dipercaya menjadi Deputi Menko Perekonomian Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional dari 2005 hingga 2009.

Ia menempati jabatan itu dengan menteri yang berganti-ganti yaitu Aburizal Bakrie (2005–2006), Boediono (2006–2008), dan Sri Mulyani Indrawati (2008–2009).

Pada bidang perbankan, Mahendra juga pernah menempati posisi sebagai direktur utama pada Indonesia Eximbank. Ia juga pernah menjabat komisaris beberapa perusahaan yaitu PT Dirgantara Indonesia (2003–2008) dan PT Aneka Tambang (2008–2009).

Kemudian, sejak November 2009, Mahendra ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Wakil Menteri Perdagangan mendampingi Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu. Setelah sekitar dua tahun menempati posisi Wakil Menteri Perdagangan, Mahendra dipercaya menempati posisi Wakil Menteri Keuangan. (sj)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id