BISNIS

Amerika "Shutdown," Pasar Modal Asia Terpengaruh

Shutdown ini juga mulai berpengaruh kepada pasar di Indonesia.

ddd
Rabu, 9 Oktober 2013, 15:08
Panel elektronik data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Panel elektronik data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (ANTARAFOTO/Fanny Octavianus)
VIVAnews - Amerika Serikat tengah mengalami shutdown (penghentian) sementara kegiatan pemerintahannya. Kondisi yang tengah melanda negara Paman Sam ini akan berimbas kepada pasar modal di berbagai daerah, terutama Asia dan Indonesia.

"Pasar modal Asia dan Indonesia pasti terkena dampaknya," kata Head of Equities and Research Bahana Securities, Harry Su, usai acara konferensi pers Aliansi Bisnis Bahana Securities dengan Daiwa Securities Group Inc., di Financial Club, Jakarta, Rabu 9 Oktober 2013.

Harry mengatakan bahwa dampak shutdown ini juga mulai berpengaruh kepada pasar di Indonesia. Namun, dirinya tidak menyebutkan secara pasti kapan dampak itu mulai datang. Dia hanya menyebutkan bahwa yang turut menjadi penyebab terjadinya volatilitas pasar belakangan ini adalah pemberitaan di bursa Amerika Serikat.

"Pasar kita sedang mengalami volatile, naik turun drastis. Ini tergantung, karena berita-berita di bursa AS tentunya. Yaitu, berita bursa Amerika terkait dengan masalah utang Amerika itu," kata dia.

Sementara itu, CEO Daiwa Capital Market Singapore, Shiko Yanagisawa, melihat pasar Indonesia masih menguntungkan di tengah kondisi perekonomian global saat ini.

"Adjustment sedang terjadi di beberapa pasar. Namun, ini hanya jangka pendek. Kami percaya pertumbuhan yang kuat, akan terus berlanjut. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk berinvestasi," kata Yanagisawa di tempat yang sama.

Di samping membicarakan perihal shutdown, pria Jepang ini juga menyinggung masalah yang dihadapi para investor untuk berinvestasi di Indonesia. Menurut Yanagisawa, pihaknya belum begitu memahami masalah yang dihadapi mereka.

"Kami tidak bisa terlalu memahami kendala apa yang menahan investor untuk berinvestasi di Indonesia. Yang kami harapkan adalah likuiditas di pasar modal di Indonesia. Dengan likuiditas yang bertambah, akan banyak uang di pasar," ujar Yanagisawa. (eh)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com