Pengelolaan Maksimal Blok Masela Beri Harapan Rakyat Maluku

Pipa gas. Foto ilustrasi.
Sumber :
  • FGSZ

VIVA.co.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membangun pabrik pengelolaan gas di Blok Masela, Maluku.

Proyek Blok Masela Diminta Dipercepat

Nantinya, pemerintah akan membuat fasilitas produksi floating Liquid Natural Gas (LNG) atau gas alam cair terapung yang dinilai lebih ekonomis dibanding pipanisasi.

Pengamat Minyak dan Gas, Bemby Uripto, Minggu, 11 Oktober 2015 meminta pemerintah untuk kembali memertimbangkan penggunaan fasilitas LNG terapung dalam pengelolaan blok tersebut.

Sebab, ukuran LNG terapung yang telah direvisi dari 2,5 metrik per ton per tahun (MTPA) menjadi 7,5 MTPA per tahun, dinilai terlalu besar. Sehingga, LNG terlalu berisiko bagi pengelolaan gas.

"Ukuran 7,5 ton itu raksasa. Kalau mogok, ya pasti berhenti seratus persen. Jadi jangan pikirkan yang besar saja, tapi pilihlah yang optimal," ujar Bemby dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu, 11 Oktober 2015.

Dengan risiko yang ditimbulkan LNG terapung, Bemby berharap pemerintah mempertimbangkan menggunakan pipa darat (on shore). Selain lebih terjamin, ada beberapa manfaat lain yang didapat dengan menggunakan fasilitas pipa tersebut.

"Kalau dialirkan dengan pipa, keamanannya lebih terjamin. Kita bangun satu pipa, kita bisa gunakan untuk hal lain. Dengan adanya pipa, kita bisa menggelar Pipe Fiber Optic (kabel dari serat kaca dengan teknologi mumpuni). Kalau kita eksplorasi lebih lanjut, manfaat pipa ini banyak sekali," tuturnya.

Menurut dia, pemerintah harus kembali meninjau rencana pengembangan (PoD) dan tahapan studi konseptual (FEED) dalam pembangunan pengelolaan Blok Masela. Sehingga, pemerintah bisa menemukan fasilitas mana yang dinilai memenuhi taraf terbaik dalam pengembangan blok itu.

"Kalau kita salah pilih, maka tidak akan ada ruang untuk mengubah menjadi on shore. Ini pentingnya FEED. Kita mungkin perlu lakukan PoD dan FEED kedua kalinya. Jadi ketahuan mana yang cocok," ujar Bemby.

Harapan Rakyat Maluku

Di sisi lain, Bemby menegaskan bahwa pengelolaan Blok Masela merupakan salah satu harapan rakyat Maluku yang selama ini dihantui kemiskinan, karena minimnya kegiatan ekonomi di kawasan tersebut.

"Kadar cadangan di Masela cukup bagus. Proses pengurangan asam relatif lebih mudah. Jadi jangan salah pilih (untuk pengembangan). Kita sama-sama tahu, Masela satu-satunya harapan masyarakat Maluku," ungkap Bemby.

Pengembangan pipa darat ini mampu mengembangkan konektivitas antar wilayah di Maluku. Di samping itu, nilai tambah penggunaan pipa ini mampu mencapai tiga hingga lima kali lipat dibanding penggunaan LNG.

Karena itu, dia berharap pemerintah tidak salah pilih dalam pengelolaan gas di Blok Masela. "Kalau berpikir LNG, maka gas itu hanya akan dibawa keluar. Kalau di darat, bisa untuk suplai selain LNG," tegas dia. (ase)



Arcandra: Blok Masela Tetap Pakai Skema Onshore
Anjungan lepas pantai

2024, Blok Masela Siap Produksi?

Pemerintah bentuk tim khusus demi mempercepat produksi Blok Masela.

img_title
VIVA.co.id
9 Agustus 2016