BISNIS

Produksi 14 Pabrik Lampu Merosot

Banjirnya produk impor lampu hemat energi Cina, membuat produksi 14 pabrik lampu merosot.

ddd
Senin, 3 November 2008, 15:24
lampu
lampu (doc.Corbis)

VIVAnews - Akibat membanjirnya produk impor lampu hemat energi (LHE) dari Cina, 14 pabrik LHE dalam negeri kesulitan menjual produknya di pasar domestik. Akibatnya, produksi LHE dalam negeri hanya mencapai 30 persen dari target kapasitas produksi terpasang 170 juta.
 
Menurut Ketua Umum Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) John Manoppo, kesulitan yang dialami pabrik LHE dalam negeri itu akibat produk Cina masuk dengan harga murah. "Belum adanya harga patokan LHE dan ketentuan bea masuk yang membingungkan membuat barang Cina leluasa beredar," jelasnya di Jakarta, Senin, 3 Oktober 2008.

Padahal, kata dia, konsumsi dalam negeri untuk LHE sebesar 120 juta pada tahun ini dan 160 juta untuk 2009. Sedangkan 70 persen konsumsi dalam negeri masih berasal dari impor.

John mengatakan, mutual recognized agreement (MRA) antara Indonesia-China justru menghambat industri LHE yang baru tumbuh dua tahun ini. Sebab, dalam kesepakatan tersebut bea masuk produk jadi LHE turun menjadi 5 persen dari sebelumnya 15 persen (sesuai harmonisasi tarif bea masuk 2005).

Data Aperlindo menunjukkan dalam kurun waktu Januari-September 2008 terjadi peningkatan impor LHE menjadi 76 juta unit dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 71 juta unit.

Selain itu, kata John, beberapa instrumen kebijakan pemerintah Cina seperti rendahnya bunga bank (3 persen) dan insentif pajak membuat harga produk impor Cina lebih murah dibandingkan negara lain.

Untuk mengurangi impor LHE, Aperlindo mengusulkan adanya pre shipment inspection (PSI) atau penulisan dokumen impor di pelabuhan asal dan sistem safeguard. "Selain itu, perlu ditinjau kembali perjanjian MRA Indonesia-China," tambah dia.

Sementara itu, ekspor lampu (LHE, pijar, neon) hanya mencapai US$ 80 juta, jauh dibandingkan dengan ekspor 2007 sebesar US$ 130 juta. Selama ini, sebagian besar lampu Indonesia diekspor ke Jepang. "Sekarang sedang dicoba diversifikasi pasar ke Timur Tengah," ujar John.

John mengakui, keempat belas pabrik tersebut menyerap tenaga kerja sebanyak 4.500 orang. Namun, belum ada rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaan-perusahaan tersebut.

Pabrik LHE tersebut di antaranya PT Sentra Solusi Elektrindo (Luxram), PT Gunawan Elektrindo (Visicom), PT Ningbo Indonesia (Shinyoku), PT Hikari (Electra), PT Sinar Angkasa Rungkut (Chiyoda), PT Nikkatsu Electric Works (Sinar), PT Niko Indonesia (Niko), PT Lentera Jaya (Lectron), PT Sinko Prima Alloy (Elitech), PT Tjipto Langgeng Abadi (Focus), PT Logam Martha Asri Prima (Eterna), PT Citra Hannochs (Hannochs), PT Pacific Mitra Interniaga (Philux-HQ), dan PT Wijaya Karya Intrade (Wika).



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id