Jokowi Tegaskan Indonesia Belum Bergabung TPP

Presiden Joko Widodo didampingi Menko Polhukam Luhut Pandjaitan dan Menko Kemaritiman Rizal Ramli
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
VIVA.co.id
Sofjan Wanandi: Demo Tak Pengaruh Iklim Investasi
- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluruskan pandangan sebagian masyarakat, yang seolah-olah sudah menilai ia mengambil keputusan membawa Indonesia bergabung dengan kelompok kerja sama Trans Pacific Partnership (TPP).

Singapura Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2016
“Waktu bertemu dengan Presiden (AS), Barrack Obama, saya sampaikan bahwa Indonesia bermaksud akan ikut TPP. Sekali lagi, bermaksud akan. Jadi sebetulnya masih jauh, bukan  'akan'. Kalau akan sudah agak dekat,” kata Jokowi, seperti dikutip pada laman Sekretariat Kabinet, Jumat, 18 Desember 2015.

Pengamat: Proyek Infrastruktur Jangan Disetop
Presiden menyebutkan kehati-hatiannya itu juga diungkapkannya dalam pemilihan bahasa yang digunaannya saat bertemu Presiden Barrack Obama, di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, akhir Oktober lalu. 

“Sampai Bahasa Inggrisnya kemarin kami pilih 'intend to join', sampai tanya bolak balik ke Bu Menteri (Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi) bukan 'will join'. Pemilihan kata-kata saja nanti kalau keliru bisa repot,” ujarnya.

Menurut Jokowi, keinginannya agar Indonesia ikut dalam TPP adalah bagian dalam membawa Tanah Air menghadapi tantangan baru pasca perang dingin. 

Dia mengingatkan, konstelasi politik ekonomi berubah sangat cepat sekali. Gelombang perdagangan bebas, gelombang integrasi ekonomi kawasan, lanjut Presiden, juga sama. Sangat cepat sekali.

“Ini nantinya juga akan membawa perubahan-perubahan di setiap negara. Ini juga yang harus kita ketahui dan harus kita waspadai,” tutur Jokowi.

Karena itu, kata Jokowi, semuanya harus dikalkulasi, semuanya harus dihitung secara detail apa keuntungan dan kerugian Indonesia ikut sebuah blok.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya