TUTUP
TUTUP
BISNIS

Ekonomi Tumbuh 5,2%, Target Pajak 2017 Tak Boleh Meleset

Ditjen pajak harus capai target tersebut dengan upaya ekstra.
Ekonomi Tumbuh 5,2%, Target Pajak 2017 Tak Boleh Meleset
Kantor pusat Dirjen Pajak Kementerian Keuangan. (REUTERS/Iqro Rinaldi)

VIVA.co.id – Target penerimaan pajak dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2017 ditetapkan sebesar Rp1.304,7 trilun. Angka ini tumbuh hingga di kisaran 13 persen, dibandingkan perkiraan realisasi penerimaan pajak pada tahun ini yang mencapai Rp1.136,2 triliun.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal dari Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara, saat ditemui di Kompleks DPR, Jakarta, mengungkapkan kenaikan tersebut memang berdasarkan penghitungan alamiah dari asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen, dan laju inflasi di kisaran empat persen.

"Sehingga, pertumbuhan nominalnya 9,2 persen. Berarti sekitar empat persen itu extra effort (dari Direktorat Jenderal Pajak)," ujar Suahasil, Senin 5 September 2016.

Suahasil mengatakan, sisa empat persen dari total angka kenaikan pertumbuhan penerimaan pajak tersebut menjadi tugas dan tanggung jawab bagi otoritas pajak untuk dipenuhi. Intensifikasi dan ekstensifikasi pun mutlak harus diakselerasi.

Menurut dia, dengan menggenjot kedua program tersebut, tentu akan menambah basis pajak baru, yang tentunya akan memiliki implikasi terhadap penerimaan negara. Apalagi, saat ini sudah ada program pengampunan pajak yang memang bertujuan meningkatkan basis data otoritas pajak.

"Dengan ada tax amnesty, dia (Wajib Pajak) lapor harta baru, deposito baru. Dia bisa jadi basis pajak baru. Setelah periodenya selesai, gencarkan untuk intensifikasi dan perluas ekstentifikasi," kata Suahasil.

Meskipun momentum tax amnesty mampu menambah basis pajak baru, pemerintah mengaku belum menghitung berapa dampak yang akan dirasakan ke dalam kas keuangan negara. Suahasil pun memiliki penjelasan tersendiri mengenai hal itu.

"Kami masih harus evaluasi. Menurut kami, relatif kecil dan jangan mengharapkan terlalu besar. Karena orang memanfaatkan tarif yang lebih rendah," ungkap Suahasil.
 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP