TUTUP
TUTUP
BISNIS

Pertamina Jamin Stok BBM Aman Selama Idul Adha

Fokus ke Pertamax dan Pertalite.
Pertamina Jamin Stok BBM Aman Selama Idul Adha
Pegawai SPBU (U-Report)

VIVA.co.id – PT Pertamina menjamin stok bahan bakar minyak selama hari raya Idul Adha aman. Badan Usaha Milik Negara sektor energi itu pun akan melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode tersebut.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai wilayah Jawa, yang selama ini dipadati para pemudik dipastikan akan terisi, dan beroperasi selama 24 jam penuh selama periode tersebut.

"Kami akan meningkatkan stock build up di SPBU, maupun di terminal-terminal BBM di wilayah Jawa," kata Wianda dalam konferensi pers di kantor pusat Pertamina Jakarta, Jumat 9 September 2016.

Selain memastikan terminal BBM dalam kondisi penuh, Pertamina akan meningkatkan cadangan BBM selama periode Idul Adha. Ini sebagai bentuk antisipasi lonjakan permintaan, seperti yang biasanya terjadi di hari-hari besar nasional.

"Lebaran kemarin, volume kami tingkatkan 15 persen. Untuk Idul Adha, kami tambahkan stok 10 persen dari total rata-rata harian normal," kata Wianda.

Ia menjelaskan, berdasarkan jumlah konsumsi rata-rata harian BBM jenis Pertamax dan Pertalite, mengalami peningkatan yang cukup drastis. Jumlah konsumsi rata-rata Pertamax mencapai 17 ribu kilo liter per hari, sedangkan Pertalite mencapai 15 ribu kilo liter per hari. Maka, kedua jenis BBM ini yang akan dioptimalisasi.

"Kami akan fokus ke Pertamax dan Pertalite, karena kami belajar dari arus mudik Lebaran tahun ini. Konsumsi Pertamax dan Pertalite bisa tiga-empat kali lipat dari konsumsi rata-rata harian normal," tuturnya.

Pertamina menggandeng Korlantas Poliri dalam rangka menjaga, serta mengawasi arus distribusi BBM ke berbagai wilayah. Sehingga, stok BBM selama periode Idul Adha bisa mencukupi seluruh lapisan masyarakat.

"Kami juga ada satgas (satuan tugas) 24 jam, baik itu dari Pertamina maupun Korlantas untuk berkoordinasi," ujar Wianda. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP