TUTUP
TUTUP
BISNIS

Peluang Bisnis Sayur Organik di Indonesia

Bisnis ini tak butuh lahan luas.
Peluang Bisnis Sayur Organik di Indonesia
Perkebunan Teh Dewata, Bandung (VIVA.co.id/Tasya Paramitha)

VIVA.co.id – Saat ini bertani tidak lagi identik dengan pedesaan dan juga sejumlah lahan yang cukup luas membentang. Kemajuan teknologi dan juga berbagai metode pertanian saat ini, sudah memungkinkan untuk melakukan pertanian di lahan yang terbatas.

Hal ini tentunya didukung dengan keahlian dan pengetahuan yang cukup terhadap kegiatan pertanian itu sendiri. Namun, jika Anda mengembangkan sayuran organik di perkotaan, maka peluang untuk bisnis tersebut menjadi lebih luas dan besar.

Sebab konsumsi sayuran ini akan lebih tinggi di kota dan Anda tidak membutuhkan sejumlah distribusi yang sulit untuk memasarkannya. Simak beberapa poin yang patut Anda pertimbangkan dan persiapkan sejak awal, sebelum bertanam sayuran organik:

1. Rencanakan dengan matang dan lakukan perhitungan

Hal pertama yang wajib Anda lakukan tentu saja membuat sebuah rencana bisnis yang matang. Hal ini juga akan membantu melihat peluang pasar, dan juga keuntungan yang bisa didapatkan dari sayuran organik yang akan dikembangkan.

Sebagai langkah awal, Anda bisa mencoba bertanam sayuran organik pada sebidang tanah yang ada di pekarangan.

Baca Juga: Kunci Sukses dan Daftar Pilihan Bisnis Waralaba untuk Pemula

2. Lahan tanam yang tepat

Mengingat sayuran ini akan tumbuh secara alami, maka pemilihan lahan tanam yang tepat akan sangat dibutuhkan. Jika Anda merasa lahan tanam yang dimiliki kurang subur, maka wajib melakukan persiapan terlebih dahulu, misalnya melakukan pemupukan awal dengan menggunakan kompos atau pupuk kandang yang bebas dari bahan kimia. Hal ini akan membuat lahan tersebut benar-benar siap untuk menerima bibit sayuran yang akan ditanam di sana.

3. Pemilihan jenis sayuran

Hal ini akan sangat menentukan sukses atau tidaknya bisnis sayuran organik yang akan dijalankan. Pemilihan jenis sayuran yang tidak tepat akan berpotensi membuat pemasaran menjadi terhambat dan tidak lancar.

Pilih jenis sayuran yang paling tepat dan memiliki pangsa pasar yang baik, sehingga Anda tidak akan kesulitan untuk menjual hasil panen di kemudian hari. Namun, pastikan Anda mengetahui dengan baik segala sesuatu tentang sayuran yang akan ditanam.

Jangan sampai Anda kebingungan untuk merawat dan memanennya di waktu yang akan datang. Sangat penting untuk mempelajari secara detail mengenai sayuran yang akan ditanam, agar tidak kesulitan mengatasi berbagai masalah yang mungkin muncul di dalam pertumbuhan sayuran tersebut.

Baca Juga: 5 Ide Bisnis yang Menjanjikan dan Cara Memulainya

4. Suplai pupuk organik

Terkadang pupuk organik menjadi salah satu hal yang paling sulit untuk dicari, terutama jika Anda tinggal di daerah perkotaan. Sangat penting untuk memiliki suplai yang mencukupi untuk sejumlah sayuran yang akan ditanam nanti, agar pemupukan bisa dilakukan dengan tepat waktu dan sesuai aturan.

Baca Juga: Memahami Apa Itu SNI dan Cara Mendaftarnya

5. Pemeliharaan yang tepat

Beda jenis sayuran, tentu akan beda pula cara penanganannya. Pahami dengan baik cara mengatasi dan merawat sayuran organik yang akan ditanam. Dengan demikian sayuran tersebut bisa tumbuh dan dipanen dengan hasil yang maksimal.

Saat ini, berbagai informasi mengenai perawatan tanaman bukan lagi hal yang sulit didapatkan. Anda bisa menemukannya dengan mudah pada situs-situs pertanian yang banyak menyediakan hal tersebut.

6. Jaringan pemasaran yang terbaik

Sebagai pebisnis, Anda tentu wajib memiliki jaringan pemasaran terbaik di dalam bisnis yang dijalankan. Hal ini akan sangat berpengaruh pada keuntungan yang didapatkan. Sebab jika Anda memiliki jaringan pemasaran yang tepat, maka besar kemungkinan Anda bisa mendapatkan angka dan harga penjualan yang terbaik.

Anda bisa mempertimbangkan untuk memasarkan produk tersebut secara langsung ke restoran, rumah makan, atau katering yang biasanya langsung mengolah sayuran tersebut menjadi berbagai masakan. Atau, Anda bisa menggunakan bantuan pihak ketiga dalam memasarkannya. Misalnya: menjualnya ke pedagang di pasar tradisional, atau menjalin kerja sama dengan supermarket di kota Anda.

Baca Juga: Pensiun Dini? Awas Jangan Sembarangan Mengambil Keputusan!
 

 

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP