TUTUP
TUTUP
BISNIS

Bisakah Pengusaha Kakap Dongkrak Perolehan Tax Amnesty?

Tarifnya lebih rendah dibanding tahap dua bulan depan.
Bisakah Pengusaha Kakap Dongkrak Perolehan Tax Amnesty?
Ketua Dewan Pembina Apindo, Sofjan Wanandi (VIVAnews/Ahmad Rizaluddin)

VIVA.co.id – Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi memperkirakan, pada September ini para Wajib Pajak (WP) besar, mulai berbondong-bondong untuk mengikuti program kebijakan pengampunan pajak yang mulai memasuki tenggat akhir periode partama.

"Ada ratusan orang yang akan masuk dalam bulan ini. Ratusan perusahaan besar yang mau mendeklrasikan,” ujar Sofjan saat berbincang dengan VIVA.co.id beberapa waktu yang lalu. 

Seperti diketahui, tarif tebusan bagi para WP yang mengikuti program tersebut pada periode awal hanya sebesar dua persen. Tarif ini jauh lebih rendah, apabila dibandingkan dengan tarif tebusan pada periode kedua dan ketiga yang masing-masing sebesar tiga dan lima persen.

Dengan adanya sinyal dari para pengusaha besar maupun konglomerat yang ingin mengikuti program tersebut, Sofjan meyakini, perolehan tebusan tax amnesty akan jauh lebih meningkat. Hingga pukul 08:45 WIB hari ini, Minggu 11 September 2016, uang tebusan baru mencapai Rp8,53 triliun.

“Kira-kira bisa. Percaya deh, lihat buktinya nanti,” tegas mantan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia itu.

Sebagai informasi, berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak, sampai saat ini kontribusi WP yang mendeklarasikan hartanya dari dalam negeri masih mendominasi. Deklarasinya mencapai Rp274 triliun, atau jauh lebih besar dibandingkan deklarasi yang berasal dari luar negeri yang hanya mencapai Rp81,6 triliun.

Dari jumlah tersebut, WP Orang Pribadi (OP) Non Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memberikan andil terbesar dalam komposisi uang tebusan yang disetorkan kepada otoritas pajak, yakni sebesar Rp7,17 triliun. Disusul dengan WP Badan Non UMKM sebesar Rp911 miliar, WP OP UMKM Rp430 miliar, dan WP Badan UMKM sebesar Rp15,8 miliar.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP