TUTUP
TUTUP
BISNIS

Lima Kenyataan yang Akan Anda Hadapi Saat Pensiun

Rutinitas yang Anda jalani, bisa jadi tidak jauh beda dari sekarang.
Lima Kenyataan yang Akan Anda Hadapi Saat Pensiun
Pensiun dengan tenang

VIVA.co.id – Di usia yang masih produktif, kebanyakan orang tidak begitu memikirkan masa pensiun. Yang ada dalam benak orang, pensiun adalah masa yang masih sangat jauh.

"Kita bisa memikirkannya besok-besok saja." Begitulah, kira-kira ungkapan yang seringkali dikatakan orang. Namun, Anda akan terkejut betapa waktu bisa sangat cepat bergulir, ketika masa pensiun sudah di depan mata.

Bila tidak ingin mengalami hidup susah saat kita tak lagi produktif, persiapkanlah pensiun Anda dengan baik. Sebab, akan ada banyak kejutan tak terduga yang akan Anda hadapi saat pensiun, seperti berikut ini:

Pensiun berarti liburan setiap hari?

Saat Anda masih jauh dari pensiun, sangat mudah membayangkan kesenangan yang didapat dari waktu luang yang berlebih. Sepertinya, Anda bisa berlibur setiap hari, menikmati hobi sesering mungkin, atau bermain dengan cucu setiap saat. Hari-hari yang dijalani pun akan penuh dengan kesenangan dan kebahagiaan.

Tapi tunggu dulu, kesenangan yang Anda cita-citakan tak akan terwujud bila Anda tidak punya uang untuk membiayainya. Bisa jadi, saat pensiun, rutinitas yang Anda jalani justru tidak jauh beda dari sekarang. Seperti membayar tagihan, memperbaiki dan membersihkan rumah, atau bahkan mencari pekerjaan karena dana pensiun tidak ada.

Baca juga: Pengen Nonton Coldplay di Aussie? Ini Total Biaya yang Harus Dikeluarkan

Bahaya kemalasan

Segera setelah pensiun, Anda tidak punya lagi kewajiban untuk bekerja. Artinya, Anda bisa bebas bangun jam berapa pun dan tidur selarut yang Anda suka. Kondisi ini, memang menyenangkan untuk dilakukan dalam beberapa minggu.

Namun, bila Anda telah menjadikannya sebagai kebiasaan, kualitas hidup Anda sebagai pensiunan akan menurun. Untuk mencegah Anda menjadi orang yang malas saat pensiun, sangat penting untuk menentukan hidup seperti apa dan rutinitas apa yang akan Anda jalani saat pensiun.

Hidup tanpa rencana sama, saja membuat Anda tidak bahagia dan bosan. Jika Anda bangun pagi dan tidak punya rencana untuk melakukan sesuatu, Anda hanya akan berakhir seharian menonton televisi.

Pekerjaan rumah menjadi pekerjaan Anda

Bila saat masih produktif Anda memiliki penghasilan cukup untuk menggaji asisten rumah tangga, kini Anda harus pikir dua kali untuk menggunakan jasa pekerja rumah tangga. Sebab, penghasilan Anda pasti jauh berkurang.

Bila sebelum pensiun Anda berpikir bahwa masa pensiun akan dihabiskan dengan bermain golf, membaca buku atau menonton film, kondisi yang terjadi tidak persis seperti itu. Sebab, pekerjaan rumah tangga kini menjadi tugas Anda dan pasangan. Tidak ada salahnya, membahas pembagian tugas rumah tangga sebelum Anda pensiun.

Hubungan dengan uang akan berubah

Bila Anda punya penghasilan pensiun yang sama besar dengan penghasilan saat produktif, hal ini bukan masalah besar. Namun, hampir semua pensiunan mengalami penurunan penghasilan.

Sebab itu, kebiasaan konsumsi seseorang akan berubah. Anda tidak bisa lagi menggunakan uang untuk kebutuhan yang tidak ada dalam bujet seperti makan di restoran, atau menonton bioskop secara spontan.

Bila Anda tidak punya perencanaan, kondisi keuangan Anda saat pensiun diprediksi berantakan. Untuk itu, perencanaan keuangan saat pensiun punya peran yang sangat penting. Tentukan dan pisahkan mana kebutuhan primer dan kebutuhan pelengkap saat Anda pensiun.

Baca juga: Panduan Beli Rumah Pertama

Awas stres

Perubahan hidup, sekecil apapun skalanya, bisa mengakibatkan stres. Dan, memasuki masa pensiun, bisa jadi pengalaman hidup yang paling membuat stres. Sebab, semua rutinitas harian, semua orang yang ada di sekitarmu dan hubungan dengan pasangan hidup akan berubah total saat pensiun.

Untuk meringankan tingkat stres, ketahuilah dan cobalah berdamai dengan segala perubahan yang terjadi. Bila Anda bisa menunda sejumlah perubahan, misalnya dengan tidak berpindah rumah segera setelah pensiun, Anda bisa menurunkan tingkat stres. (asp)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP