TUTUP
TUTUP
BISNIS

Soal Bahan Bom Ikan, Menkeu Akan Temui Pemerintah Malaysia

Kasus penyelundupan marak.
Soal Bahan Bom Ikan, Menkeu Akan Temui Pemerintah Malaysia
Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

VIVA.co.id – Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta aparat Kepolisian berhasil menggagalkan tiga kasus penyelundupan 166.475 kilogram amonium nitrat dengan kisaran nilai barang Rp24,97 miliar.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara mengatakan, ia akan berbicara dengan Pemerintah Malaysia terkait kasus penyelundupan tersebut. Sebab, seluruh bahan peledak itu memang berasal dari negeri Jiran.

"Dalam waktu dekat, kami akan berbicara bahwa sumber-sumber penyelundupan yang kami temukan berasal dari sana (Malaysia) dan merugikan Indonesia," kata Ani, sapaan akrab Sri Mulyani, Selasa 13 September 2016.

Ia menjelaskan, masuknya amonium nitrat secara ilegal memiliki dua risiko. Pertama, jika bahan itu digunakan untuk keperluan penangkapan ikan, maka berpotensi merusak terumbu karang. Sementara yang kedua, dikhawatirkan justru bahan tersebut akan dipergunakan sebagai tindak terorisme.

Secara keseluruhan, kondisi terumbu karang di Indonesia secara umum hanya lima persen yang berstatus sangat baik. Sementara 27,01 persen dalam kondisi baik, 37,97 persen dalam kondisi buruk, dan 30,02 persen dalam kondisi sangat buruk. Wilayah Timur pun yang menjadi kawasan paling buruk.

"Temuan ini tentu bahan peledak yang bisa merusak laut. Jumlah terumbu karang kita banyak yang rusak," ujarnya.

Sebagai informasi, dalam satu kilogram Amonium Nitrat, bisa menghasilkan 20 botol bom ikan. Apabila disimulasikan, apabila jumlah penindakan sebanyak 498.475 kilogram, maka dapat menghasilkan 9.969.500 botol bom ikan.

(mus)
 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP