Sektor Pertambangan dan Komoditas Pemicu Utama Kredit Macet

Ilustrasi kredit
Sumber :
  • duitpintar.com

VIVA.co.id – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkirakan, rasio kredit bermasalah yang masih tinggi membuat industri perbankan tetap akan membatasi dan berhati-hati untuk menyalurkan kredit ke sektor pertambangan dan komoditas primer hingga akhir tahun ini.

Kejar Target Kredit Macet di Bawah 4 Persen, BTN Jual Aset Bermasalah

Sebab, menurut Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah, kedua sektor tersebut merupakan kontributor utama kredit macet di 2016.

"Berdasarkan pantauan Bank Indonesia dan LPS, bank-bank masih akan berhati-hati dalam menyalurkan kredit ke sektor pertambangan dan komoditas primer," ujarnya di kantornya, Selasa 13 September 2016.

Antisipasi Industri Bikin Kredit Macet, Sri Mulyani: Akan Diintervensi

Halim mengungkapkan, sejauh ini pemulihan kinerja bisnis di sektor pertambangan dan komoditas primer belum menunjukkan hasil yang sesuai perkiraan awal, sehingga kedua sektor ini menjadi pemicu utama kenaikan tingkat kredit macet perbankan.

"NPL relatif moderat, karena ada pelambatan dari perbankan, terutama soal aktiva beberapa waktu terakhir. Angkanya menunjukkan kenaikan, tetapi secara persentase belum mengkhawatirkan. NPL gross 3,1 persen. Memang ada tren meningkat berapa tahun terakhir," tuturnya.

Chatib Basri: Bank Masih Takut Salurkan Kredit

Meskipun demikian, Halim menambahkan, adanya pelonggaran aturan kredit properti, diyakini akan kembali mendorong pertumbuhan kredit perbankan.

"Ke depan, ada optimisme terkait suku bunga, penurunan LTV (rasio nilai pinjaman dari aset) untuk sektor properti dan konsumer," ujarnya. (asp)

Bertransaksi online dengan bjb digi dari bank bjb.

Triwulan III 2021, bank bjb Berhasil Jaga Kredit Macet Tetap Rendah

bank bjb berhasil pertahankan kinerja cemerlang perusahaan pada Triwulan III 2021, catatan NPL atau kredit macet yang senantiasa terjaga di tingkat rendah.

img_title
VIVA.co.id
8 November 2021