TUTUP
TUTUP
BISNIS

Siapa Kena Dampak Penurunan Suku Bunga Kredit di Properti?

Masyarakat nonberpenghasilan rendah yang akan kena dampak.
Siapa Kena Dampak Penurunan Suku Bunga Kredit di Properti?
Ilustrasi pameran perumahan. (VIVAnews/Fernando Randy)

VIVA.co.id – Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarif Burhanuddin mengatakan penurunan suku bunga kredit oleh Bank Indonesia (BI) akan lebih berpengaruh pada sektor pembangunan rumah bagi masyarakat non berpenghasilan rendah (Non MBR).

Berdasarkan hasil komunikasi yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR dengan para pengembang di lapangan, bahwa dampak kebijakan BI terhadap perumahan kelas menengah ke atas memang cukup tinggi.

“Bahkan para pengembang menyampaikan bahwa saat ini mulai ada penambahan jumlah proyek pembangunan rumah kelas menengah ke atas,” kata Syarif dalam keterangan resminya pada Selasa, 13 September 2016.

Target Program Satu Juta Rumah tahun ini, pembangunan rumah untuk MBR sebesar 700.000 unit dan 300.000 unit untuk non MBR. “Setidaknya untuk rumah non-MBR diperkirakan dapat mencapai target atau bahkan melampaui,” ujarnya.

Sedangkan, rumah bagi MBR tidak akan memiliki pengaruh terlalu besar. Hal itu dikarenakan pemerintah telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang suku bunganya rendah dan terjangkau.

“Untuk kredit rumah tidak akan berpengaruh langsung ke MBR karena pemerintah sudah melakukan intervensi dari uang muka 10 persen menjadi hanya satu persen saja. Suku bunga KPR FLPP juga sudah sangat rendah dan angsurannya sangat terjangkau bagi masyarakat,” tuturnya.

Meski begitu, pemerintah tetap berupaya untuk tetap mendorong peran serta aktif dari pengembang, masyarakat, pemerintah daerah (pemda) serta perbankan untuk mensukseskan program penyediaan hunian khususnya bagi MBR.

“Penurunan suku bunga kredit pasti ada pengaruhnya ke Program Satu Juta Rumah,” ujarnya.

Seperti diketahui, kebijakan 7-Days (Reverse) Repo Rate yang diluncurkan BI diyakini mendorong penurunan suku bunga deposito dan kredit hingga single digit. Kebijakan itu telah dimulai pada Agustus lalu. Kemudian, kebijakan itu direncanakan menjadi acuan suku bunga yang baru, menggantikan BI rate.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP