TUTUP
TUTUP
BISNIS

IHSG Berpotensi Rebound Meski Dibuka Turun 27 Poin 

Meredanya aksi jual menjadi pendorong IHSG kembali balik arah.
IHSG Berpotensi Rebound Meski Dibuka Turun 27 Poin 
bursa efek indonesia (Chandra G. Asmara)

VIVA.co.id – Membuka perdagangan sesi I pada pagi ini, Rabu 14 September 2016, indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka turun 0,52 persen atau 27,17 poin ke level 5.188,40.

Namun, menurut analis PT HD Capital Tbk Yuganur Wijanarko, IHSG hari ini diperkirakan masih berpotensi berbalik mengalami penguatan kembali atau rebound, seiring dengan dengan mulai meredanya aksi jual yang telah menekan indeks ke level 5.215.

"Kami melihat tekanan jual di IHSG mulai mereda dan akan berakibat mental dari support (target batas bawah) yang digerakkan oleh investor beli pada saham big cap dan lapis dua," ujarnya di Jakarta.

Yuganur mengatakan, bila hal itu terjadi, maka akan membuat kaum investor jual yang sebelumnya berharap IHSG terkoreksi ke bawah 5.100, bisa berbalik melakukan aksi pembelian.

"Direkomendasikan akumulasi untuk mengikuti perbaikan trend jangka pendek dalam rebound berikutnya," tuturnya.

Dengan demikian, kata Yuganur, adanya potensi pembalikan arah menguat pada IHSG di perdagangan hari ini mesti disikapi para pelaku pasar dengan mengakumulasi empat saham berikut ini:

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan target trading di kisaran Rp11.850-12.000.

Secara teknikal, pola perbaikan tren jangka pendek dan menengah pada emiten perbankan BUMN ini membuatnya menarik untuk diakumulasi.

"Melihat kinerja ekspektasi earnings ke depan di 2016-2017 ada pada skenario kenaikan menuju resistance (target batas atas) psikologis di level Rp12.000," ujarnya.

2. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dengan target trading di level Rp1.280.

Harga minyak mentah dunia yang berada pad level terendah sejak sepuluh tahun terakhir dan valuasi sektor yang cukup murah, membuat emiten pertambangan ini menarik untuk diakumulasi secara jangka menengah pada level Rp1.280

3. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan target trading di kisaran Rp4.180-4.280.

Secara teknikal, perbaikan tren jangka pendek dan menengah pada emiten telekomunikasi BUMN ini dapat digunakan sebagai peluang akumulasi untuk kontinuasi kenaikan menuju kisaran Rp4.180-4.280.

4. PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dengan target trading di kisaran Rp2.620-2.780.

Pola perbaikan momentum dalam tren jangka pendek dan menengah pada emiten konstruksi BUMN ini dapat digunakan sebagai peluang trading mengikuti kontinuasi kenaikan berikutnya menuju resistance psikologis di kisaran Rp2.682-2.780.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP