TUTUP
TUTUP
BISNIS

Penurunan Suku Bunga BI Percepat Program Satu Juta Rumah

Target pembangunan rumah MBR dipastikan melampaui target.
Penurunan Suku Bunga BI Percepat Program Satu Juta Rumah
Ilustrasi perumahan rakyat. (kemenpera.go.id)

VIVA.co.id – Penurunan suku bunga deposito dan kredit oleh Bank Indonesia (BI) dinilai akan mempengaruhi target pencapaian Program Satu Juta Rumah yang dilaksanakan oleh pemerintah. 

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengaku terus berupaya mendorong peran serta aktif dari pengembang, masyarakat, pemerintah daerah (pemda) serta perbankan mensukseskan program penyediaan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Penurunan suku bunga kredit pasti ada pengaruhnya ke Program Satu Juta Rumah,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 14 September 2016.

Syarif menyampaikan, penurunan suku bunga kredit berpengaruh pada sektor pembangunan rumah bagi masyarakat non berpenghasilan rendah. Bahkan, berdasarkan hasil komunikasi yang dilakukan pemerintah dengan pengembang di lapangan, dampak kebijakan BI pada perumahan kelas menengah ke atas cukup tinggi. 

“Bahkan para pengembang menyampaikan bahwa saat ini mulai ada penambahan jumlah proyek pembangunan rumah kelas menengah ke atas,” kata Syarif.

Sesuai target Program Satu Juta Rumah tahun ini, pembangunan rumah untuk  MBR sebesar 700 ribu unit dan 300 ribu unit untuk non MBR. “Setidaknya untuk rumah non MBR diperkirakan dapat mencapai target atau bahkan melampaui,” ujarnya.

Sementara, untuk rumah MBR, lanjutnya tidak akan memiliki pengaruh terlalu besar. Hal itu dikarenakan pemerintah telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang suku bunganya rendah dan sangat terjangkau.

“Untuk kredit rumah tidak akan berpengaruh langsung ke MBR karena pemerintah sudah melakukan intervensi dari uang muka 10 persen menjadi hanya  satu persen saja. Suku bunga KPR FLPP juga sudah sangat rendah dan angsurannya sangat terjangkau bagi masyarakat,” tuturnya.

Kebijakan BI 7-Days Repo Rate yang diluncurkan BI diyakini mendorong penurunan suku bunga deposito dan kredit hingga single digit. Kebijakan itu telah dimulai pada Agustus lalu dan nantinya, kebijakan itu menjadi acuan suku bunga yang baru, menggantikan BI rate.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP