TUTUP
TUTUP
BISNIS

Rencanakan Keuangan Anda untuk Beli Rumah

Jangan sampai kredit rumah malah menjadi beban di kemudian hari.
Rencanakan Keuangan Anda untuk Beli Rumah
Ilustrasi rumah. (U-Report)

VIVA.co.id – Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) umumnya kesulitan dalam membeli rumah, meski rumah subsidi sekalipun. Namun kebutuhan akan tempat tinggal terus menjadi kebutuhan primer bagi mereka jika ingin berkeluarga.

Pertanyaannya, bagaimana cara kita yang bergaji kecil bisa memiliki rumah?

Sebenarnya, jika pendapatan yang dimiliki tidak besar, maka barang yang dibeli harus sesuai dengan kemampuan finansial seseorang. Jika ingin membeli rumah, maka harus rumah yang mampu dibeli.

Jangan sampai kredit rumah malah menjadi beban di kemudian hari. Untuk itu, ada beberapa hal dasar yang mesti diperhatikan dan dilakukan, diantaranya:

1. Perhatikan cicilan

Umumnya, mereka yang bergaji kecil akan menggunakan sistem kredit pemilikan rumah dalam membeli rumah, karena ini lebih meringankan ketimbang membayar tunai, yang tentunya jauh lebih mahal. Maka dari itu, perhatikan cicilan yang sesuai dengan kesanggupan. Tidak hanya hari ini, tapi juga untuk masa mendatang.

Sebagai saran, cicilan dengan bunga flat bisa menjadi pilihan Anda, karena bunga flat menawarkan jumlah cicilan yang sama setiap bulannya dalam masa tenor tertentu.

Jika masih bingung tentang berapa jumlah cicilan per bulan yang sesuai untuk Anda, maka gunakan rumus sederhana, yakni 30 persen dari pendapatan pokok per bulan. Sementara 10 persen pendapatan, 10 persen lainnya untuk investasi, 10 persen untuk proteksi, dan 50 persen sisanya untuk memenuhi gaya hidup.

Sebagai contoh, jika pendapatan Anda adalah Rp5 juta per bulan, maka cari rumah yang cicilan maksimalnya Rp1.500.000.

2. Mengejar  uang muka

Membayar DP atau uang muka merupakan salah satu syarat sebelum melalui tahap akad kredit. Hanya saja, meski mampu membayar cicilan, DP menjadi momok yang cukup memberatkan bagi banyak orang. Untuk rumah subsidi di Tangerang, Bogor dan Bekasi saja misalnya, uang muka minimalnya di kisaran Rp15 juta.

Agar bisa menjangkaunya, maka para pencari rumah perlu mempersiapkan uang muka dari jauh-jauh hari. Rumusnya bisa dengan menggunakan 40 persen pendapatan untuk tabungan DP, atau tabungan cicilan (30 persen) ditambah investasi (10 persen), karena tentulah pemilik belum memiliki tanggungan dan investasi apapun.

Mengingat harga rumah dan persentase DP naik setiap tahun, maka sebaiknya kita memprediksi lebih dulu, berapa DP yang sesuai satu hingga dua tahun ke depan.

Sebagai gambaran, jika pendapatan kita pas–pasan, maka kita tidak memiliki banyak pilihan untuk memilih hunian yang sesuai dengan keinginan. Selain itu, semakin cepat Anda membeli properti maka semakin baik, karena standarnya, kenaikan harga properti sekitar 15 persen per tahun.

Sumber: Rumahku.com

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP