TUTUP
TUTUP
BISNIS

Pelebaran Defisit Anggaran Tak Terhindarkan

Pemangkasan anggaran menjadi opsi paling pahit.
Pelebaran Defisit Anggaran Tak Terhindarkan
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi keterangan pers di Kantor Pusat Dirjen Pajak, Jakarta, Selasa (16/8/2016).  (ANTARA/Rosa Panggabean)

VIVA.co.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan defisit anggaran pada tahun ini akan melebar 0,2 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan sebesar 2,35 persen terhadap produk domestik bruto.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, saat berbincang dengan viva.co.id beberapa waktu yang lalu, menegaskan pelebaran defisit tersebut memang tidak terhindarkan, karena memang penerimaan negara yang tidak teroptimalisasi dengan baik.

“Kembali bagaimana menjaga fiskal supaya lebih kredibel. Karena amanat UU (Undang-Undang) defisit harus di bawah tiga persen,” kata Josua. Ia mengatakan demi menjaga defisit anggaran tetap berada dalam batas aman.

Maka pemangkasan anggaran jilid selanjutnya memang menjadi opsi paling pahit yang harus ditempuh. Apalagi, dampak dari program pengampunan pajak atau tax amnesty masih abu-abu.

Maka dari itu, pemerintah pun harus menyeimbangkan penerimaan serta gelontoran belanja yang dikeluarkan. Intinya bagaimana dengan tidak hanya berharap pada penerimaan melalui tax amnesty semata, tetapi juga dengan upaya extra effort dari otoritas pajak.

“Tidak perlu hanya dari Rp165triliun. Tetapi juga bagaimana bisa optimalisasi pendapatan dan pengeluaran itu sendiri,” tuturnya.

Menkeu Sri Mulyani, usai sidang kabinet di Istana Negara, menyatakan bahwa hingga akhir tahun, ada kekurangan penerimaan negara sebesar Rp219 triliun. Defisit anggaran pada tahun ini pun diperkirakan akan melebar 0,2 persen

 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP