TUTUP
TUTUP
BISNIS

Suku Bunga BI Turun, Rupiah Lanjutkan Penguatan

Pelaku pasar merespons positif keputusan BI.
Suku Bunga BI Turun, Rupiah Lanjutkan Penguatan
Proses penghitungan uang rupiah.  (VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar)

VIVA.co.id – Perdagangan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di akhir pekan ini, Jumat, 23 September 2016 diharapkan dapat melanjutkan penguatan setelah kemarin ditutup menguat 63 poin atau 0,48 persen ke Rp13.074 per dolar AS.

Analis NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, usai The Fed memutuskan untuk menahan tingkat suku bunganya di level 0,5 persen membuat rupiah menguat signifikan pada perdagangan kemarin.

Reza mengatakan The Fed mengindikasikan adanya penahanan suku bunga hingga akhir tahun semakin membuat rupiah perkasa. Selain itu, pelaku pasar juga merespons positif adanya pelonggaran kebijakan moneter oleh Bank Indonesia (BI) dengan menetapkan suku bunga di level lima persen sehingga mampu mengantarkan rupiah di area Rp13.090 per dolar AS.

"Kini rupiah mencoba untuk bergerak menguji target batas atas di area Rp13.057 dan target batas bawah Rp13.120 per dolar AS," tuturnya.

Reza mengatakan, setelah The Fed memutuskan untuk menahan tingkat suku bunga AS di level 0,5 persen, laju mata uang dunia mayoritas menguat terhadap dolar AS.

Reza mengungkapkan, pada perdagangan kemarin, kurs poundsterling terhadap dolar AS naik 0,96 persen, Euro terhadap dolar naik 0,53 persen, rupiah terhadap dolar naik 0,34 persen.

"Hal tersebut direspons positif oleh para pelaku pasar setelah data-data ekonomi AS belum membaik sepenuhnya. Kondisi tersebut pun membuat laju rupiah terkonfirmasi bergerak di teritori positif," tuturnya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP