TUTUP
TUTUP
BISNIS

Rupiah Diharapkan Menguat Jelang Testimoni The Fed

Rupiah sempat melemah karena banyak pedagang kembali jual dolar AS.
Rupiah Diharapkan Menguat Jelang Testimoni The Fed
Ilustrasi uang rupiah. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

VIVA.co.id – Perdagangan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diharapkan dapat kembali menguat setelah melemah dua poin atau 0,02 persen ke level Rp12.957 pada penutupan kemarin. 

Analis NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, mengatakan peluang rupiah mendekati target batas atas atau resistance terdekat ke level Rp12.892 kembali terganjal.

Sehingga, paling tidak, laju rupiah diharapkan dapat terjaga di kisaran level support (target batas bawah) dilevelRp12.960 dan resistance di turunkan ke level 12.930 per dolar AS.

"Meski kami masih berharap penguatan Rupiah dapat berlanjut namun, tampaknya pelaku pasar kembali memperdagangkan USD sehingga dikhawatirkan akan cenderung menguat," ujarnya di Jakarta, Kamis, 29 September 2016.

Reza menjelaskan, pasca melemah, laju dolar AS kembali bergerak naik dan rupiah sempat melemah meski masih tertahan di atas angka Rp13.000 per dolar AS.

"Laju USD bergerak menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia menjelang testimoni ketua The Fed, Janet Yellen," tuturnya.

Menurut Reza, testimoni Yellen akan difokuskan pada kebijakan ekonomi dan keuangan dimana pasar melihatnya The Fed masih bersikap moderat untuk menaikkan suku bunga acuannya.

Sementara itu, kata Reza, sentimen dalam negeri terkait tax amnesty dan upaya pemulihan ekonomi domestik masih menjaga mata uang domestik untuk bergerak di bawah level Rp13.000 per dolar AS.

"Sebelumnya kami sampaikan mulai membaiknya pendapatan pajak pemerintah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, membuat pelaku pasar kembali mengakumulasi rupiah sehingga berhasil menguat menembus resistance yang sebelumnya di area Rp13.000," tuturnya.

 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP