TUTUP
TUTUP
BISNIS

Investasi Properti Meningkat di Sepanjang Jalur LRT

Harga tanah dan properti akan naik 15-20 persen per tahun.
Investasi Properti Meningkat di Sepanjang Jalur LRT
SOROT MRT/LRT Kelana Jaya Salah Satu Kereta LRT di Malaysia (www.hssgroup.com)

VIVA.co.id – Proyek-proyek properti yang didukung infrastruktur transportasi berpotensi memiliki prospek investasi yang cerah. Hal tersebut dapat terlihat di sejumlah proyek properti yang dikembangkan sepanjang lintasan kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta  

Director Head of Research and Consultancy Savills Indonesia, Anton Sitorus, mengatakan kehadiran LRT membantu pengembangaan proyek properti. Infrastruktur transportasi menolong pertumbuhan pengembangan maupun investasi properti. 

Menurut dia, proyek properti yang berada di sekitar lintasan awal hingga akhir LRT akan semakin berkembang. Apalagi jika rencana pembangunan LRT tersebut progresnya dilakukan lebih cepat oleh pemerintah.

"Pembangunan infrastruktur tersebut akan membuka aksesibilitas, dan mengerek kenaikan harga tanah dan properti, rata-rata mencapai 15 persen hingga 20 persen per tahun untuk jangka panjang," jelas Anton dalam keterangan resmi, Kamis 29 September 2016.

Direktur PT Adhi Karya Tbk (ADHI), Pundjung Setya Brata, mengatakan pembangunan LRT hingga kini masih sesuai dengan jadwal. Dalam pelaksanaannya Adhi Karya terus berkoordinasi dengan PT Jasa Marga Tbk, dengan tujuan tidak terganggunya pengguna jalan tol mengingat proyek LRT berada di sisi jalan tol.

Saat ini, lanjut Pundjung, proses pembangunan tiga lintasan LRT telah mencapai 10 persen, dan pihaknya optimistis pembangunannya dapat selesai sesuai target yang telah ditetapkan dan bisa beroperasi penuh pada 2019.

Perlu diketahui tahap pertama, Adhi Karya membangun tiga lintasan (trase). Pertama, Koridor Cawang-Cibubur sepanjang 14,3 kilometer. Kedua, koridor Cawang-Bekasi Timur sepanjang 18,3 KM, dan ketiga Koridor Cawang - Dukuh Atas sepanjang 10,5 kilometer.

Lalu pada tahap dua Adhi Karya membangun tiga koridor sepanjang 41,5 kilometer, yaitu lintasan layanan Bogor-Cibubur dan Dukuh Atas-Senayan, dan Palmerah-Grogol. “Khusus untuk lintasan Cawang-Cibubur perkembangannya hingga pertengahan September 2016 sudah lebih dari 10 persen,” ujarnya.

Pembangunan LRT merupakan bentuk upaya pemerintah dalam mengurangi kemacetan lalu lintas di wilayah Jabodetabek dan diatur dalam Peraturan Presiden (PP) Nomor 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Kereta Api Ringan Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

 

(ren)
 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP