TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
BISNIS

Jalan Lintas Pantai Selatan Jateng-DIY Ditarget Tembus 2017

Saat ini, pinjaman ke ADB senilai Rp2,96 triliun dalam proses.
Jalan Lintas Pantai Selatan Jateng-DIY Ditarget Tembus 2017
Ilustrasi proyek jalan tol (VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi)

VIVA.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan jalan lintas Pantai Selatan (Pansela) yang menghubungkan Jawa Tengah (Jateng) dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dapat ditembus tahun 2017.

“Kami ditugaskan Pak Menteri di 2017, jalan lintas Pansela di Yogya dan Jateng harus tembus. Secara fungsi memang sudah tembus namun kadang ada perpindahan dari jalan nasional ke jalan non nasional,” tutur Direktur Pengembangan Jaringan Jalan (PJJ) Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Rachman Arief, seperti dilansir dari laman Kementeria2016n PUPR, Jumat 30 September . 

Arief mengatakan, untuk Jateng, dari 211,95 kilometer (km) jalan yang ada, 73,37 km di antaranya belum tembus,  begitu pula untuk DIY dari 121,69 km Pansela, 55,9 km belum tembus. Hingga saat ini, dari keseluruhan 1.602,99 km jalan Pansela Jawa, 425,17 km, di antaranya belum tembus.

Untuk 2017,  alokasi APBN untuk Pansela Jawa adalah sebesar Rp650 miliar yang akan disalurkan untuk pemeliharaan jalan di Banten dan Jabar, serta pembangunan 8,5 km jalan baru di Jateng, 7 km di DIY dan 29,5 km di Jatim.

Saat ini, sedang diproses pinjaman dari Islamic Development Bank (IDB) untuk Tahun Anggaran (TA) 2017 sebesar US$250 juta, atau setara Rp2,96 triliun. Anggaran tersebut, akan digunakan untuk membangun jalan baru sepanjang 158 km yang terdiri dari Jateng (15 km), DIY (12,25 km), dan Jatim (136,6 km).

“Kami juga sedang menawarkan untuk penanganan Pansela Jawa tahap dua, karena dengan loan US$250 juta masih kurang, kita tawarkan bagian jalan di Jatim, untuk bisa mendapatkan pinjaman IDB tahap dua,” kata Arief.

Ruas jalan Pansela yang akan ditangani melalui pinjaman IDB di antaranya, yaitu Batas Jabar-Patimuan-Tambakreja-Bantarsari (10,5 km), Jladri-Tambakmulyo (4,5 km), Jembatan Kretek 2 (0,55 km), dan Legundi-Panjan (4,7 km). 

Kemudian, Jerukwudel-Baran-Duwet (7 km) dan Munjungan-Prigi-Batas Tulungagung (27,46 km). Turut dibangun Batas Tulungagung-Serang (31,34 km), Serang-Batas Malang (33,68 Km), Jarit-Puger (25,1 Km), serta Puger-Sumberejo (14 Km).

Direktur PJJ menerangkan, Pansela merupakan salah satu program strategis nasional yang pencanangannya dilakukan sejak 2004. Penyelesaian jalan lintas tersebut menjadi prioritas penanganan jalan sebagaimana diamanatkan dalam Rencana Strategis Ditjen Bina Marga 2015-2019.

Arif mengatakan, tujuan dengan dibangunnya Pansela pemerataan kesejahteraan masyarakat wilayah selatan Jawa, sehingga mampu mengejar ketertinggalan pembangunan dengan wilayah lain.

“Selain itu, untuk meningkatkan aksesibilitas daerah-daerah terpencil, membuka peluang bagi pengembangan kegiatan ekonomi, pemanfaatan sumber daya alam, juga potensi obyek wisata,” sebutnya. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP