TUTUP
TUTUP
BISNIS

Bukalapak Miliki 1,2 Juta Pelapak UMKM

Bukalapak target jaring 20 juta UMKM di seluruh Indonesia.
Bukalapak Miliki 1,2 Juta Pelapak UMKM
Bukalapak  (VIVA.co.id/Aceng Mukaram)

VIVA.co.id – Head of Business Partner Bukalapak, Rahmat Danu Andika mengungkapkan, saat ini Bukalapak sudah memiliki penggerak pelapak yang tersebar di 130 daerah di Indonesia. Dikatakan, penggerak pelapak bertugas untuk menjaring jumlah pelapak baru, meningkatkan penjualan online para pelaku usaha kecil menengah (UKM).

Selain itu, meningkatkan kualitas pelapak baru, agar dapat bersaing di pasar online, serta pembinaan kepada para pelaku UKM.

Ia mengharapkan, Bukalapak dapat merangkul sekitar 20 juta dari 50 juta pelaku UKM di Indonesia untuk berjualan secara online. Dia mengungkapkan, saat ini, Bukalapak mememiliki 1,2 juta pelapak yang merupakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Dengan begitu, pembinaan UKM di daerah-daerah diharapkan dapat semakin terintegrasi,” kata Rahmat, seusai memberikan pelatihan dalam rangkaian acara workshop bertajuk 'Pengembangan Pemasaran Karya Kreatif Melalui Media Online’ di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa 4 Oktober 2016.
 
Ia menjelaskan, para pelaku usaha ekonomi kreatif atau UKM adalah jantung penggerak perekonomian Indonesia, memberikan kontribusi, serta andil bagi badan usaha dan penyerapan tenaga kerja secara nasional.

Melalui program ini, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan Bukalapak terus mendorong para pelaku usaha mikro di bidang ekonomi kreatif memperluas pasar untuk kreasinya dengan signifikan.

"Nah, anggap saja kita bisa merangkul 20 juta pelaku UMKM ini dengan memanfaatkan Bukalapak sebagai tempat jualan mereka. Tentu ini sangat luar biasa," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri BEKRAF, Sappe M. Sirait menyebut, platform e-dagang yang dihasilkan sebagai sarana promosi dan publikasi produk dan jasa kreatif. Ia meyakini, pasar produk ekonomi kreatif Indonesia akan meningkat, tidak hanya dari segi produk, tetapi juga pemasaran, agar bisa menjadi lebih unggul dan tercipta ekosistem kompetisi yang sehat.

"Kekuatan media sosial sangat tinggi, maka harus dimanfaatkan dengan baik. Manfaatkan e-commerce dengan baik. Jualan dengan jujur," kata dia.

Untuk diketahui, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) melalui Direktorat Pengembangan Pasar Dalam Negeri bekerjasama dengan Bukalapak memberikan pelatihan dalam rangkaian acara workshop bertajuk “Pengembangan Pemasaran Karya Kreatif Melalui Media Online” yang dilaksanakan di enam kota di Indonesia yaitu Bali, Semarang, Yogyakarta, Pontianak, Palembang, dan Malang. Workshop di enam kota ini berlangsung mulai 23 September hingga 18 Oktober 2016.

Tak hanya itu, workshop ini juga melibatkan mentor dari Bukalapak yang memberikan pelatihan kepada pelaku usaha ekonomi kreatif dan UKM dengan tiga materi utama. Yakni, cara memasarkan dan mempromosikan produk dan jasa kreatif dengan memanfaatkan platform marketplace. Antara lain, tips foto produk, copywriting, dan promosi. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP