TUTUP
TUTUP
BISNIS

Sepanjang Kuartal III, Sewa Apartemen di Jakarta Turun

Harga sewa apartemen lama turun untuk menarik minat konsumen.
Sepanjang Kuartal III, Sewa Apartemen di Jakarta Turun
ilustrasi Apartemen. (U-Report)

VIVA.co.id – Sepanjang kuartal III 2016, harga sewa apartemen di Jakarta, tercatat mengalami penurunan. Selain karena banyaknya apartemen baru masuk ke pasar, konsumen juga tercatat lebih banyak melakukan kontrak jangka pendek di tahun ini. 

Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto mengatakan, sepanjang periode Agustus hingga September 2016, harga sewa apartemen di Jakarta turun sebesar 0,7 persen di kawasan Central Business District (CBD) dan turun satu persen di Jakarta Selatan, atau daerah non premium.

Menurut dia, turunnya harga sewa apartemen tersebut, rata-rata disebabkan oleh turunnya harga sewa pada apartemen-apartemen lama. Hal tersebut, dilakukan dalam rangka menarik konsumen untuk menyewa apartemen di tengah banyaknya apartemen baru yang masuk ke pasar.

Adapun harga sewa apartemen di kawasan CBD Jakarta, rata-rata tercatat masih di kisaran Rp4 jutaan per bulan, sedangkan untuk sewa apartemen di Jakarta Selatan, atau daerah non premium di kisaran Rp2 jutaan per bulannya.

"Secara tingkat hunian tercatat memang ada sedikit kenaikan, namun mereka lakukan sewa jangka pendek. Tetapi, dari segi harga sewa turun, karena apartemen lama mengalami penurunan tarif, agar menarik minat," Jelas Ferry dikutip dalam riset kuartalan Colliers International Indonesia, pada Kamis 6 Oktober 2016.

Dia mengungkapkan, untuk tingkat hunian pada apartemen sewa di Jakarta sepanjang kuartal III 2016, tercatat mengalami kenaikan dari 71,5 persen menjadi sebesar 73 persen.

Sebelumnya, Colliers Internasional juga mencatat tingkat penjualan apartemen sepanjang kuartal III 2016, hanya tumbuh 0,2 persen menjadi ke level 86,9 persen, atau sedikit alami peningkatan sebesar 1,23 persen secara tahunan.

Selain itu, menurut dia, harga apartemen baru di Jakarta pada periode tersebut, tercatat hanya tumbuh 0,8 persen secara kuartalan, atau 4,6 persen secara tahunan. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP