TUTUP
TUTUP
BISNIS

Faktor Kenaikan Tarif Tol Sedyatmo Arah Soekarno Hatta

Kenaikan tarif tol yang dilakukan setiap dua tahun.
Faktor Kenaikan Tarif Tol Sedyatmo Arah Soekarno Hatta
Gerbang tol Cengkareng. (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVA.co.id – Tarif tol Sedyatmo atau tol ke arah Bandara Soekarno-Hatta akan resmi naik mulai tanggal 13 Oktober 2016. Hal itu dilakukan, setelah Menteri Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimoeljono, menandatangani surat keputusan nomor 783/KPTS/M/2016, pada 6 Oktober 2016 kemarin.

Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dari unsur profesi, Koentjahjo Pamboedi mengatakan, evaluasi dan penyesuaian tarif tol ini dilakukan setiap dua tahun, sesuai Pasal 48 ayat 3 UU Nomor 38/2004 tentang Jalan, dan Pasal 68 ayat 1 PP Nomor 15/2005 tentang Jalan Tol.

"Penyesuaian tarif tol ini dilakukan oleh BPJT, berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan pengaruh inflasi di wilayah Jakarta sebesar 9,79 persen," ujar Koentjahjo di sebuah resto kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat 7 Oktober 2016.

Koentjahjo menegaskan, kenaikan tarif tol yang dilakukan dan dievaluasi setiap dua tahun sekali ini tidak sembarangan. Dirinya menjelaskan rumus menaikkan tarif tol tersebut didasarkan pada tingkat inflasi setiap dua tahun.

"Maka dilakukanlah formula, yakni tarif lama dikali satu, kemudian ditambahkan nilai inflasi," ujarnya.

Ia mengatakan, sesuai hasil pemeriksaan standar pelayanan minimal (SPM), ruas Tol Soedijatmo dinyatakan telah memenuhi delapan indikator SPM sesuai berita acara Nomor 001/BA.SPM.B-IX/2016.

Kedelapan indikator itu antara lain menyangkut masalah kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, mobilitas keselamatan, unit pertolongan, bantuan pelayanan. "Serta kebersihan lingkungan dan kelaikan tempat istirahat pelayanan (TIP)," ujar Koentjahjo.

Di kesempatan yang sama, Direktur Operasi II PT Jasa Marga Tbk, Subakti Syukur menjelaskan, upaya untuk pemenuhan SPM telah dilakukan oleh pihaknya, antara lain dengan menambah jumlah gerbang transaksi otomatis (GTO).

Selain itu, Subakti juga mengaku jika pihaknya telah melakukan pelebaran ruas jalan tol di wilayah Kapuk sampai dengan Pluit sebanyak satu lajur pada jalur B sepanjang 400 meter.

"Kami juga telah melakukan pemasangan 60 buah CCTV, dua buah variable message sign, dan dua buah remote traffic microwave sensor," ujar Subakti. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP