TUTUP
TUTUP
BISNIS

Enam BUMN Jajaki Peluang Investasi di Myanmar

Myanmar miliki pemerintahan demokrasi baru pada Maret 2016.
Enam BUMN Jajaki Peluang Investasi di Myanmar
Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Luar Negeri Daw Aung San Suu Kyi (dok. KBRI Yangon)

VIVA.co.id – Menteri BUMN Rini Soemarno mengunjungi Myanmar, Kamis 7 Oktober 2016, untuk menjajaki kerja sama ekonomi di sejumlah bidang. Hal tersebut dilakukan karena potensialnya ekonomi Myanmar pasca terbentuknya pemerintahan demokrasi baru.

Selain itu, kunjungan delegasi Indonesia ke Myanmar juga ingin menjajaki peluang investasi di beberapa sektor terkait bidang usaha BUMN, seperti telekomunikasi, perminyakan dan gas, pertanian, perbankan, pembangunan infrastruktur, serta sistem transportasi perkeretaapian.

Dikutip dari siaran pers kedutaan besar RI di Yangon, Myanmar pada Sabtu 8 Oktober 2016, delegasi yang dipimpin oleh Menteri BUMN Rini Soemarno melakukan pertemuan dengan State Counsellor yang merupakan Menteri Luar Negeri Republik Uni Myanmar, Daw Aung San Suu Kyi.

Adapun delegasi yang ikut dalam rombongan tersebut adalah Deputi Kementerian BUMN dan sejumlah direksi BUMN Indonesia seperti CEO PT Pertamina (Persero), PT Kereta Api Indonesia, PT Bank Negara Indonesia, PT Wijaya Karya (WIKA), PT Telkom, dan Perum Bulog.

Selain melakukan pertemuan dengan para pejabat Republik Uni Myanmar, Rini dan delegasi berkesempatan meninjau House of Indonesia di Yangon, yang merupakan kantor bersama PT BNI, PT Wijaya Karya dan PT Telkom di Myanmar.

Kunjungan Rini, kali ini juga tercatat sebagai kunjungan pertama Menteri Indonesia ke Myanmar usai terbentuknya pemerintahan baru Republik Uni Myanmar di bawah kepemimpinan Presiden U Htin pada akhir Maret 2016 lalu.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP