TUTUP
TUTUP
BISNIS

Harga Minyak Diprediksi Naik, Wall Street Menguat

Debat capres AS putaran dua juga menyumbang pengaruh.
Harga Minyak Diprediksi Naik, Wall Street Menguat
Bursa Wall Street (Reuters)

VIVA.co.id – Indeks saham utama Amerika Serikat mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Senin kemarin di New York. Indeks meningkat setelah investor mengikuti debat Presiden AS putaran kedua dan pasar yakin ada kenaikan harga minyak dunia ke depan.

Dikutip dari laman CNBC, Selasa 11 Oktober 2016, Dow Jones Industrial Average naik sekitar 88 poin, yang ditopang saham-saham seperti Apple dan Boeing dengan memberikan kontribusi keuntungan terbesar setelah mencapai level 159,47 poin.

Kemudian, untuk Indeks S&P 500 pada perdagangan senin kemarin tercatat juga ditutup naik sekitar 0,5 persen, dengan saham-saham energi yang tercatat alami peningkatan sekitar 1,5 persen.

"Ada lebih banyak kejelasan dari pemilu Presiden AS kali ini, sehingga ketidakpastian jadi lebih rendah. Selain itu, kurangnya ketidakpastian berkurang dari OPEC sehingga mendorong saham menjadi bullish (balik arah)," kata CEO Sarhan Capital, Adam Sarhan.

Adapun pada penutupan Senin lalu tersebut, Dow Jones Industrial Average naik 88,55 poin, atau 0,49 persen, menjadi ditutup pada level 18.329,04, ditopang oleh saham ExxonMobil dan Procter & Gamble decliners.

Lalu, untuk indeks S&P 500 ditutup naik 9,92 poin, atau 0,46 persen, menjadi berakhir pada level 2.163,66, dengan ditopang oleh saham energi terkemuka. Kemudian, Indeks komposit Nasdaq ditutup 36,27 poin lebih tinggi, atau 0,69 persen, pada level 5.328,67.

Sementara, untuk volume perdagangan pada senin lalu mencapai 669, 2 juta unit dengan volume komposit mencapai 2,8 miliar unit saham. Sedangkan, Indeks Volatilitas CBOE (VIX), yang secara luas dianggap sebagai ukuran terbaik dari ketakutan di pasar, diperdagangkan mendekati level 13,4.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP