TUTUP
TUTUP
BISNIS

Isu Pemilu AS Buat Wall Street Jatuh Lebih dari 1 Persen

Saham sektor kesehatan berguguran di AS.
Isu Pemilu AS Buat Wall Street Jatuh Lebih dari 1 Persen
Bursa Saham New York (REUTERS/Brendan McDermid)

VIVA.co.id – Indeks-indeks saham utama di Wall Street turun cukup tajam, setelah pada penutupan Selasa kemarin pelaku pasar sangat khawatir akan memanasnya kampanye pemilihan umum AS. Ini bisa membebani pasar yang lebih luas, sementara harga minyak mentah jatuh di tengah penguatan dolar.

Dikutip dari laman CNBC, pada Rabu 12 Oktober 2016, Dow Jones Industrial Average jatuh hingga 267,08 poin pada posisi terendah pada perdagangan kemarin yang di dorong oleh turunnya saham UnitedHealth, Goldman Sachs dan IBM.

Kemudian, Indeks S&P 500 turun sekitar 1,25 persen, dan pecah di bawah rata-rata dalam 100 hari perdagangan menjadi di level 2.138,53, didorong buruknya kinerja saham perawatan kesehatan dan keuangan yang turun sebesar 2,5 persen.

Beberapa analis memperkirakan debat putaran kedua yang dilakukan calon presiden AS tentang isu menurunkan biaya perawatan menjadi kekhawatiran di pasar. Sehingga saham-saham sektor kesehatan mengalami penurunan.

"Jadi ketika melihat debat minggu lalu, kedua kandidat berbicara tentang turunkan biaya perawatan kesehatan, dan dari situ mungkin membuat beberapa tekanan jual di pasar," kata pengamat dari iSectors, Chuck Diri.

Adapun pada akhir penutupan Selasa lalu, Dow Jones Industrial Average jatuh 200,38 poin, atau 1,09 persen, menjadi ditutup pada level 18.128,66, dengan turunnya saham Merck dan Apple.

Lalu, Indeks S&P 500 turun 26,93 poin, atau 1,24 persen, menjadi di level 2.136,73, dengan ditopang penurunan saham perawatan kesehatan terkemuka. Sedangkan, Nasdaq turun 81,89 poin, atau 1,54 persen, ke level 5.246,79.

Indeks Volatilitas CBOE (VIX), yang secara luas dianggap sebagai ukuran terbaik dari ketakutan di pasar, diperdagangkan mendekati 15,4. Dan volume perdagangan Selasa mencapai 817,1 juta unit dan volume komposit 3,31 miliar unit saham.

 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP