TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
BISNIS

BRI Syariah Terbitkan Sukuk Rp1 Triliun

Memiliki jangka waktu tujuh tahun.
BRI Syariah Terbitkan Sukuk Rp1 Triliun
BRI Syariah  (Romys Binekasri / VIVA.co.id)

VIVA.co.id –  PT Bank Rakyat Indonesia Syariah menerbitkan surat utang syariah atau Sukuk Mudharabah Subordinasi I senilai Rp1 triliun dengan imbal hasil di kisaran 9,5 - 10,25 persen per tahun.

Direktur Utama BRI Syariah Mochamad Hadi Santoso mengatakan, Sukuk BRI Syariah Tahun 2016 memiliki jangka waktu tujuh tahun. Sebagai penjamin pelaksana emisi sukuk mudharabah subordinasi I, perseroan menunjuk Bahana Securities, Danareksa Sekuritas, dan Indo Premier Securities.

Hadi mengungkapkan, dana yang diperoleh dari penerbitan sukuk akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka menunjang kegiatan pengembangan usaha. Penerbitan sukuk ini juga dilakukan untuk meningkatkan komposisi struktur perhimpunan dana jangka panjang tanpa dipotong dengan biaya-biaya emisi.

"Saat ini CAR (Capital Adequacy Ratio) mepet, kalau nggak ditambahkan akan terhambat dalam peningkatan pembiayaan. Kalau terhambat itu akan terhambat semuanya," kata dia di Kantor Pusat BRI, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Oktober 2016.

Selain itu, Hadi juga menambahkan, perseroan berhasil memperoleh hasil pemeringkatan atas sukuk mudharabah subordinasi ini dari PT Fitch Ratings Indonesia dengan peringkat A+.

Pendapatan bagi hasil dibayarkan setiap triwulan, sesuai dengan tanggal pembayaran pendapatan bagi hasil sukuk. Pembayaran pendapatan bagi hasil pertama dilakukan pada 16 Februari 2017, sedangkan pembayaran terakhir sekaligus jatuh tempo pada 16 November 2023.

Adapun masa penawaran sukuk dilakukan pada 12 Oktober 2016-26 Oktober 2016. Perkiraan tanggal efektif pada 8 November 2016 dan masa penawaran umum diperkirakan berlangsung pada 10 November 2016-11 November 2016.

Sedangkan, periode penjatahan diperkirakan pada 14 November dilanjutkan dengan distribusi elektronik pada 16 November dan tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 17 November 2016.

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP