TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
BISNIS

Turunkan Harga Gas, Pemerintah Perlu Cek Harga di Daerah

Setiap daerah miliki biaya produksi gas yang berbeda-beda.
Turunkan Harga Gas, Pemerintah Perlu Cek Harga di Daerah
Ilustrasi infrastruktur gas. (VIVA.co.id/Muhamad Solihin)

VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan bahwa harga gas di industri diturunkan menjadi U$6 per million metric british thermal unit (MBBTU) dan mulai berlaku pada awal 2017. Berdasarkan kajian Direktorat Jenderal Migas, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di hulu migas akan berkurang sekitar Rp3,5 triliun jika rata-rata harga gas industri diturunkan menjadi US$5,5 per MMBTU. 

Sementara itu, Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa penurunan harga gas menjadi US$5 per MMBTU akan membuat industri tumbuh sehingga memberikan penerimaan negara hingga Rp21,3 triliun dari pajak dan industri turunan yang tercipta. Sedangkan jika harga gas untuk industri dalam negeri menjadi US$4 per MMBTU penerimaan negara bertambah Rp31,97

Lantas bagaimana pandangan dari akademisi terkait dengan polemik ini?

Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Widodo Wahyu Purwanto mengatakan bahwa selama pengurangan PNBP menciptakan multiplier efek yang besar tentu layak untuk menurunkan harga. Namun, saat ini yang menjadi sorotan adalah bagaimana pemerintah harus jeli dalam menentukan kebijakan di tengah adanya tumpah tindih antara sektor hulu dan sektor hilir migas. 

"Sebetulnya kalau dari upstream-nya (hulu) porsinya dikurangi, selama multiplier efeknya itu besar daripada pengurangan pendapatan negara itu kan manfaatnya bisa ke masyarakat pengguna, cuma hitungannya enggak bisa hanya dari upstream saja," kata Widodo di Universitas Indonesia Salemba, Jakarta, Rabu 12 Oktober 2016. 

Menurutnya, pemerintah harus mengkaji penurunan harga gas di tiap wilayah. Sebab, di setiap wilayah, harga gas dipengaruhi oleh biaya produksi per lapangan. Biasanya, produksi gas lapangan tua tentu lebih murah daripada lapangan baru.

"Kita mestinya kaji upstream dan downstream, jadi policy-nya policy makro, kalau dilihat dari sisi produsen saja itu memang perlu penurunan, tapi kalau dilihat dari sisi konsumen itu hendaknya harus meng-create ekonomi," kata dia.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP