TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
BISNIS

Biayai Infrastruktur SMI Tawarkan Surat Utang Rp30 Triliun

Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus.
Biayai Infrastruktur SMI Tawarkan Surat Utang Rp30 Triliun
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2011, Proyek Jalan Layang Non Tol (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVA.co.id – Perusahaan pembiayaan infrastruktur, PT Sarana Multi lnfrastruktur (SMI) menawarkan surat utang atau obligasi berkelanjutan I tahun 2016 senilai Rp30 triliun. 

Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini menyampaikan, nilai emisi tahap I tahun 2016 sebanyak-banyaknya sebesar Rp5 Triliun dan telah memperoleh hasil pemeringkatan idAAA (Triple A) atas surat utang jangka panjang dari PT Pemeringkat Efek lndonesia.

"Penerbitan obligasi ini selain bertujuan untuk membiayai proyek, juga mempertimbangkan tingginya permintaan pada obligasi terdahulu.  PT SMI merupakan BUMN yang kepemilikannya 100 persen oleh negara, sehingga memiliki prospek yang baik dan risiko yang termitigasi," kata dia di Jakarta, Rabu, 12 Oktober 2016.

Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi yang bersangkutan. Pembayaran bunga pertama dilakukan pada tanggal 15 Februari 2017 sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir dilakukan bersamaan tempo masing-masing obligasi. 

Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai bukti utang untuk kepentingan Pemegang Obligasi, dan terdiri atas empat seri yaitu, seri A Obligasi berjangka waktu tiga tahun, seri B berjangka waktu lima tahun, seri C berjangka waktu 10 tahun, dan seri D berjangka waktu 15 tahun.

Emma menjelaskan, obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perseroan, baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari.

Biayai infrastruktur

Dana yang diperoleh dari penawaran umum obligasi ini sepenuhnya akan digunakan untuk kegiatan pembiayaan proyek-proyek infrastruktur. Dalam kurun waktu tujuh tahun beroperasi, Perseroan memiliki total aset sebesar Rp34 triliun dengan CAGR pertumbuhan sebesar 64 persen.

Sedangkan laba bersih di semester I 2016 sebesar Rp 688 miliar, naik 125 persen dari laba bersih pada 12-25 Oktober 2016, dengan perkiraan tanggal efektif pada 4 November 2016. Penawaran umum akan dilakukan pada 8-10 November 2016. Tanggal penjatahan atas obligasi ini adalah 11 November 2016 .

Distribusi obligasi secara elektronik akan dilakukan pada 15 November 2016 sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia direncanakan dilakukan pada 16 November 2016.

Pada aksi korporasi ini Perseroan bekerja sama dengan PT BCA Sekuritas, PT CIMB Securities lndonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Securities, PT Mandiri Sekuritas, PT Maybank Kim Eng Securities dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai Penjamin Pelakasana Emisi.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP