TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
BISNIS

Pertamina Bangun Anjungan Minyak di Tengah Laut

Meningkatkan kontribusi hingga 40 persen pada produksi minyak nasional
Pertamina Bangun Anjungan Minyak di Tengah Laut
Ladang minyak dan gas di lepas pantai.  (Antara/ Saiful Bahri)

VIVA.co.id –  PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO), meresmikan instalasi anjungan lepas pantai PHE-24, yang merupakan bagian dari lapangan terintegrasi tahap pertama (Proyek EPCI-1) di wilayah kerja PHE WMO.
 
Pembangunan proyek EPCI-1, saat ini sedang memulai instalasi anjungan lepas pantai PHE-12 dan PHE-24 di wilayah kerja West Madura Offshore. Dua fasilitas produksi tersebut, akan ditambatkan sekitar 55-70 meter di atas permukaan laut.
 
Fasilitas produksi migas lapangan terintegrasi ini akan dilengkapi dengan Central Processing Platform 2 (CPP2). Fasilitas CPP2 akan memulai perjalanan dari lokasi fabrikasi di Cilegon, Banten pada pertengahan Oktober ini. Ketiga fasilitas ini diharapkan dapat selesai terpasang di lepas pantai paling lambat akhir November mendatang.
 
“Pengembangan lapangan terintegrasi ini, merupakan bagian dari usaha Pertamina untuk meningkatkan kontribusi hingga 40 persen pada produksi minyak nasional pada tahun 2019. Saat ini, Pertamina baru berkontribusi sekitar 23 persen dari total produksi minyak nasional sebesar 830 ribu barel per hari,” ujar Direktur Utama PT Pertamina  Dwi Soetjipto, dari keterangan tertulisnya, Rabu 12 Oktober 2016.
 
Menurut dia, pengembangan lapangan terintergarsi  Anjungan PHE-24, PHE-12 dan CPP2 ini memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 60 persen dan mendapat penghargaan dari Dirjen Migas Kementerian ESDM.
 
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi,R. Gunung Sardjono Hadi menambahkan, untuk melengkapi fasilitas produksi tersebut, juga telah dimulai penggelaran pipa bawah laut dengan panjang secara keseluruhan sekitar 19,5 kilometer, untuk menyalurkan produksi minyak dan gas bumi dari lapangan PHE-12 dan PHE-24 (terintegrasi). Keseluruhan kegiatan EPCI-1 diharapkan tuntas pada Februari 2017.
 
“Sesuai target SKK Migas, lapangan terintegrasi ini pada bulan Februari 2017, sudah bisa mengalirkan minyak bumi sekitar 1.000 BOPD dan mencapai puncaknya 2.900 BOPD pada Mei 2017.  Dari sumur gas bumi diharapkan berproduksi 10 MMSCFD mulai Juni 2017 dan mencapai puncaknya 14,1 MMSCFD pada Juli 2017,” tuturnya. 

Ditemui terpisah, President/GM PHE WMO Sri Budiyani mengatakan, lewat proyek EPCI-1, PHE WMO berharap terjadi peningkatan produksi 5.000 hingga 7.000 barel secara bertahap setiap tiga bulan hingga lima tahun ke depan. Dengan demikian, laju penurunan produksi alamiah di Blok WMO yang rata-rata dalam tiga tahun terakhir mencapai 50 persen-60 persen per tahun bisa terus ditekan. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP