TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
BISNIS

Jerman Kepincut Produk Kayu Ringan Asal Indonesia

Nilai Ekspor kayu ringan asal Indonesia mencapai Rp37,5 miliar.
Jerman Kepincut Produk Kayu Ringan Asal Indonesia
Kerja sama perdagangan RI-Jerman di Trade Expo Indonesia 2016 (VIVA.co.id/shintaloka Pradita Sicca)

VIVA.co.id – Pemerintah lakukan penandatanganan kerja sama Strategy Paper on Lightweight Timber Indonesia dan Service Agreement on Interzum 2017 pada hari ketiga Trade Expo Indonesia (TEI) 2016. Kerja sama ini dilakukan antara Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan dengan Import Promotion Desk (IPD) Jerman.

Direktur Jenderal PEN Kementerian Perdagangan, Arlinda mengungkapkan penandatanganan kerja sama ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan ekspor produk kayu ringan Indonesia ke sejumlah negara tujuan ekspor, khususnya ke kawasan Eropa.

"Penandatangan kerja sama untuk kayu ringan ini ada 10 importir dengan nilai ekspor mencapai US$2,88 juta atau setara Rp37,5 miliar (kurs Rp13.050 per dolar AS)," Jelas Arlinda di JIExpo pada Jumat, 14 Oktober 2016.

Dia menjelaskan, kedua komitmen perjanjian kerja sama ini merupakan turunan dari Statements of Cooperation on Trade Promotion antara Direktorat Jenderal PEN dengan IPD yang ditandatangani pada penyelenggaraan TEI ke-29, Oktober 2014 lalu.

Realisasi kerja sama ini juga didorong dari kesuksesan tiga eksportir Indonesia pada pameran Interzum 2015 yang disponsori IPD. Selain itu, kerja sama ini juga dilatar belakangi hasil positif yang diperoleh lima eksportir Indonesia saat study tour (studi banding) ke Jerman pada Juni 2016.

"Dua komitmen kerja sama ini mempunyai fokus yang berbeda, tapi tetap tujuannya sama untuk meningkat ekspor produk kayu ringan Indonesia," ucapnya.

Strategy Paper on Lightweight Timber Indonesia fokus kepada langkah-langkah yang akan ditempuh demi mempromosikan kayu ringan Indonesia ke Eropa. Sedangkan, Service Agreement on Interzum 2017 fokus kepada partisipasi Indonesia dalam pameran Interzum 2017 di Koln, Jerman, 16-19 Mei 2017.

"Pada pameran itu direncanakan ada enam perusahaan Indonesia yang memamerkan produk kayu ringan dan mempromosikan SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu)," ujar dia.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP