TUTUP
TUTUP
BISNIS

Jokowi Resmikan Enam Pembangkit Listrik di Papua

Presiden berharap pasokan listrik di Papua semakin banyak.
Jokowi Resmikan Enam Pembangkit Listrik di Papua
Presiden Jokowi Tinjau Pemanfaatan Dana Desa ( ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo hari ini kunjungan kerja ke Provinsi Papua dan Papua Barat. Di dua provinsi itu, Presiden akan meresmikan secara maraton enam pembangkit listrik.

Keenam infrastruktur kelistrikan tersebut adalah pembangkit listrik tenaga air Orya Genyem 2x10 megawatt (MW). Pembangkit listrik tenaga mini hidro Prafi 2x1 25 MW.

Saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 70 kilo Volt Genyem–Waena–Jayapura sepanjang 174,6 kilometer sirkit. SUTT 70 kilo volt Holtekamp-Jayapura sepanjang 43,4 kilometer sirkit. Gardu induk Waena–Sentani 20 mega volt ampere, dan gardu induk Jayapura 20 mega volt ampere.

Dengan peresmian ini, Presiden berharap pasokan listrik di Papua semakin banyak.

"Masalah listrik adalah masalah yang dihadapi semua provinsi di Indonesia karena saat Presiden berkunjung ke suatu daerah, masalah pertama yang disampaikan warga adalah kondisi biarpet," kata Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi, Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, dalam siaran pers Biro Pers, Media dan Informasi Istana Kepresidenan, Jakarta.

Dalam lawatan ke Papua ini, Presiden dan Ibu Negara, Iriana Jokowi, akan mengunjungi sebuah sekolah dasar yang berada di Kabupaten Jayapura untuk menghadiri acara pemberian makanan tambahan.

Di sini Presiden akan menyerahkan makanan tambahan kepada ibu hamil, anak di bawah lima tahun dan anak sekolah.

Presiden dan Ibu Iriana akan bertolak menuju Papua dengan menggunakan pesawat kepresidenan Indonesia-1 dari Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, Senin pagi 17 Oktober 2016 pukul 07.30 WIB.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan ke Papua, Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki, Kepala Sekretariat Presiden, Darmansjah Djumala, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI,  Hadi Tjahjanto, Komandan Paspampres Mayjen TNI, Bambang Suswantono, Staf Khusus Presiden, Diaz Hendropriyono, dan Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden Ari Setiawan.

 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP