TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
BISNIS

AP I Terbitkan Obligasi dan Sukuk Senilai Rp3 Triliun

Akan digunakan untuk pengembangan lima bandara.
AP I Terbitkan Obligasi dan Sukuk Senilai Rp3 Triliun
pengembangan Bandara Internasional Juanda Terminal 2, Surabaya (Antara/ Eric Ireng)

VIVA.co.id –  PT Angkasa Pura I (AP I) mengumumkan penerbitan obligasi melalui skema Penawaran Umum Obligasi I Angkasa Pura I dan Sukuk Ijarah I Angkasa Pura I Tahun 2016 dengan total nilai yang ditawarkan kepada masyarakat sebesar Rp3 triliun.

Untuk Obligasi I API Tahun 2016, ditargetkan dapat menghimpun dana sebanyak-banyaknya sebesar Rp2,5 triliun. Selain itu, perseroan juga melakukan penawaran umum Sukuk Ijarah I Angkasa Pura I tahun 2016 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya sebesar Rp500 miliar.

Direktur Utama PT AP I (Persero) Sulistyo Wimbo Hardjito mengatakan, “Pengalaman, track record, dalam manajemen operasional bandara serta profil perusahaan jasa kebandarudaraan yang baik, membuat Angkasa Pura I mendapatkan peringkat Obligasi dan Sukuk Ijarah yang baik. Kami optimistis Penawaran Umum ini akan sukses,” kata Direktur Utama PT AP I, Sulistyo Wimbo Hardjito, dalam keterangan tertulisnya, Selasa 18 Oktober 2016.

Obligasi dan Sukuk Ijarah ini diterbitkan dalam tiga seri di mana Seri A berjangka waktu lima tahun dengan indikasi tingkat kupon obligasi 7,45 persen - 8,20 persen per tahun dan Indikasi Tingkat Bagi Hasil Sukuk Ijarah yang setara dengan 7,45 persen - 8,20 persen per tahun. 

Sedangkan seri B berjangka waktu tujuh tahun dengan indikasi tingkat kupon Obligasi 7,95 persen - 8,70 persen per tahun dan Indikasi Tingkat Bagi Hasil Sukuk Ijarah yang setara dengan 7,95 persen - 8,70 persen per tahun. 

Untuk seri C berjangka waktu 10 tahun dengan indikasi tingkat kupon Obligasi 8,10 persen - 8,85  persen per tahun dan Indikasi Tingkat Bagi Hasil Sukuk Ijarah yang setara dengan 8,10 persen - 8,85 persen per tahun. Kupon Obligasi dibayarkan setiap tiga bulan sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing kupon Obligasi.

Obligasi dan Sukuk Ijarah ini mendapatkan peringkat idAAA dan idAAAsy (Triple A; Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Adapun bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi yaitu PT Bahana Securities, PT BCA Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.

Pengembangan bandara

Dana yang diperoleh dari penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, sekitar 75 persen akan digunakan untuk pengembangan lima bandara yaitu, Bandara Baru Yogyakarta, Bandara Ahmad Yani, Bandara Syamsudin Noor, Bandara Juanda, dan Bandara Sultan Hasanuddin. Sisanya sekitar 25 persen akan digunakan untuk investasi rutin.

Menurut Wimbo, dukungan yang kuat dari Pemerintah terhadap AP I dapat terlihat dari Pemerintah yang mempertahankan kepemilikannya 100 persen di Perseroan dan suntikan modal yang diberikan berupa penyertaan aset dalam lima tahun terakhir. 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP